Sekolah di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Pemulihan Pascabanjir Terus Dikebut

Aktivitas pembelajaran di Kabupaten Aceh Tamiang mulai pulih setelah banjir. Dukungan dana pembersihan dan bantuan pendidikan dari Kemendikdasmen mendorong sekolah kembali beroperasi, sembari pemerintah daerah menuntaskan pemulihan lingkungan sekolah.

Sekolah di Aceh Tamiang Kembali Aktif, Pemulihan Pascabanjir Terus Dikebut
Suasana belajar mengajar di Aceh Tamiang. (Sumber : Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Proses belajar mengajar di seluruh sekolah Aceh Tamiang sudah kembali berjalan.
  • Pembersihan lingkungan sekolah ditargetkan tuntas dalam 1–2 pekan.
  • Ribuan bantuan pendidikan telah disalurkan Kemendikdasmen pascabencana.

RIAUCERDAS.COM, ACEH TAMIANG - Kabar pemulihan datang dari Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan setempat memastikan proses belajar mengajar telah kembali berlangsung di seluruh sekolah, meskipun sebagian masih menuntaskan pembersihan area sekolah pascabanjir.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Aceh Tamiang, Sepriyanto, menyampaikan bahwa secara umum kegiatan pembelajaran telah berjalan normal.

Ia menargetkan proses pembersihan halaman dan lingkungan sekolah yang tersisa dapat diselesaikan dalam waktu satu hingga dua minggu ke depan.

Dukungan pemerintah pusat turut mempercepat pemulihan tersebut. Kepala SDN Tanjung Binjani, Rosydha Tanjung, mengapresiasi bantuan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) berupa dana pembersihan sekolah.

Menurut Rosydha, bantuan tersebut langsung dimanfaatkan untuk membeli peralatan kebersihan dan membiayai kegiatan pembersihan.

Upaya itu dilakukan agar sekolah dapat kembali digunakan secara layak dan aman bagi peserta didik.

Apresiasi serupa disampaikan perwakilan guru SDN Tanjung Binjani, Hasanah Lubis.

Ia menuturkan bahwa bantuan dana kebersihan sangat membantu warga sekolah dalam mempercepat pemulihan dan menghidupkan kembali proses pembelajaran. 

Saat ini, aktivitas belajar mengajar di sekolah tersebut telah kembali berjalan.

Bantuan dana pembersihan menjadi bagian dari komitmen Kemendikdasmen dalam mempercepat pemulihan layanan pendidikan pascabencana.

Komitmen itu sebelumnya disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, saat meninjau Aceh Tamiang pada 5 Januari 2026.

Dalam kunjungan tersebut, Mendikdasmen menegaskan bahwa pendidikan harus tetap berlangsung dalam kondisi apa pun.

Ia mendorong para siswa untuk tidak kehilangan semangat dan cita-cita meskipun menghadapi dampak bencana.

Berdasarkan data per 5 Januari 2026, berbagai bantuan pendidikan telah disalurkan di Aceh, antara lain 15.500 paket school kit, 97 unit tenda, 100 ruang kelas darurat, dana operasional pendidikan darurat sebesar Rp11,2 miliar, serta dukungan psikososial senilai Rp300 juta.

Pemerintah berharap, percepatan pemulihan ini tidak hanya mengembalikan fungsi sekolah, tetapi juga menjaga keberlangsungan hak belajar anak-anak di wilayah terdampak banjir. (*)