Menag Nasaruddin Umar: 95 Persen Madrasah di Indonesia Berstatus Swasta
Menteri Agama Nasaruddin Umar menegaskan peran besar madrasah swasta dalam sistem pendidikan nasional karena jumlahnya mencapai 95 persen. Pemerintah mendorong kolaborasi dengan organisasi masyarakat untuk memperkuat kualitas pendidikan madrasah.
RINGKASAN BERITA:
- Menag menyebut sekitar 95 persen madrasah di Indonesia berstatus swasta.
- Madrasah swasta dinilai menjadi tulang punggung pendidikan madrasah nasional.
- Pemerintah mendorong kolaborasi dengan organisasi seperti Muhammadiyah untuk meningkatkan kualitas madrasah.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Madrasah swasta dinilai berperan besar dalam sistem pendidikan nasional. Apalagi, jumlah madrasah swasta di Indonesia saat ini sekitar 95 persen dari total madrasah di Indonesia.
Hal itu disampaikan Menteri Agama Nasaruddin Umar saat menerima audiensi dari Majelis Dikdasmen PNF PP Muhammadiyah di kantor Kementerian Agama Republik Indonesia di Jakarta, Selasa (10/3/2026).
Dalam pertemuan itu, Majelis Dikdasmen Muhammadiyah menyampaikan komitmen untuk terus mengembangkan madrasah serta meningkatkan kualitas pendidikan agar tidak terjadi kesenjangan antara madrasah dan sekolah umum.
Mereka juga meminta arahan dari Menteri Agama terkait penguatan pengelolaan dan pengembangan madrasah ke depan.
Menag menjelaskan bahwa madrasah swasta menjadi tulang punggung pendidikan madrasah di Indonesia karena jumlahnya sangat dominan dibandingkan madrasah negeri.
“Madrasah swasta jumlahnya sangat besar dan menjadi tulang punggung pendidikan madrasah di Indonesia,” ujarnya.
Meski demikian, Nasaruddin Umar mengakui masih banyak madrasah yang menghadapi keterbatasan sarana dan prasarana.
Beberapa di antaranya bahkan memiliki fasilitas yang belum memadai dan membutuhkan perbaikan.
Di tengah keterbatasan tersebut, menurutnya, banyak madrasah tetap mampu menunjukkan prestasi yang membanggakan, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Ia mencontohkan keberhasilan MAN Insan Cendekia yang dikenal sebagai salah satu model madrasah unggulan di Indonesia.
Selain itu, tidak sedikit siswa madrasah yang berhasil memperoleh beasiswa untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi di luar negeri.
Menurut Menag, prestasi menjadi faktor penting dalam meningkatkan reputasi lembaga pendidikan.
“Apapun organisasinya, kalau tidak punya prestasi, tidak akan bisa mengangkat nama lembaga itu,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Nasaruddin Umar juga menyampaikan bahwa pemerintah dapat belajar dari pengalaman Muhammadiyah dalam mengelola lembaga pendidikan yang jumlahnya sangat besar dengan sistem manajemen yang kuat.
Ia menilai kolaborasi antara pemerintah dan organisasi masyarakat sangat penting untuk memperkuat ekosistem pendidikan madrasah agar semakin berkualitas dan mampu bersaing dengan lembaga pendidikan lainnya. (*)