Jelang Idulfitri, Pemko Pekanbaru Minta Pasar Tumpah Ditata Agar Tak Ganggu Lalu Lintas

Pemerintah Kota Pekanbaru meminta penataan pasar tumpah yang marak menjelang Idulfitri agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas. Dishub dan Disperindag diminta mengatur lokasi berjualan serta menempatkan petugas di titik rawan kemacetan.

Jelang Idulfitri, Pemko Pekanbaru Minta Pasar Tumpah Ditata Agar Tak Ganggu Lalu Lintas
Ilustrasi pasar tumpah. (Sumber: Diolah dengan AI)

RINGKASAN BERITA:

  • Pasar tumpah mulai bermunculan di sejumlah ruas jalan di Pekanbaru menjelang Idulfitri.
    Pemko Pekanbaru meminta Dishub dan Disperindag menata pedagang agar tidak menggunakan badan jalan.
    Personel Dishub akan disiagakan di titik keramaian untuk menjaga kelancaran lalu lintas.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Menjelang Idulfitri, fenomena pasar tumpah kembali marak di sejumlah ruas jalan utama di Pekanbaru.

Pemerintah Kota meminta instansi terkait melakukan penataan agar aktivitas pedagang tidak menimbulkan kemacetan lalu lintas.

Wakil Wali Kota Pekanbaru, Markarius Anwar, mengatakan keberadaan pasar tumpah menjadi persoalan yang hampir selalu muncul setiap tahun menjelang Lebaran.

Karena itu, pemerintah daerah telah meminta dinas terkait untuk melakukan penataan.

“Pasar tumpah ini memang menjadi pekerjaan rumah setiap tahun, apalagi mendekati lebaran. Kita sudah meminta Dinas Perhubungan untuk melakukan penataan,” ujarnya, Senin (9/3/2026).

Menurut Markarius, penanganan pasar tumpah tidak hanya melibatkan Dinas Perhubungan Kota Pekanbaru, tetapi juga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Pekanbaru agar pengaturan lokasi berjualan dapat berjalan lebih tertib.

Ia menegaskan para pedagang diimbau tidak menggunakan badan jalan maupun bahu jalan sebagai tempat berjualan karena dapat menghambat kelancaran arus kendaraan.

“Supaya sirkulasi jalan tetap lancar. Disperindag juga akan mengawal penataannya sehingga pedagang tidak memakai badan jalan maupun bahu jalan,” jelasnya.

Selain itu, Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho, juga telah menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk menurunkan personel di sejumlah titik yang diperkirakan ramai aktivitas masyarakat.

Petugas diminta memastikan kondisi lalu lintas tetap lancar di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan menjelang Lebaran.

Di sisi lain, pemerintah kota juga meminta Disperindag mengatur keberadaan pasar Ramadan yang biasanya bermunculan di beberapa ruas jalan utama.

Markarius menegaskan pemerintah berupaya mengakomodasi kebutuhan pedagang tanpa mengabaikan kepentingan masyarakat sebagai pengguna jalan.

“Intinya selama Ramadan kita ingin semuanya berjalan baik. Pedagang tetap bisa berjualan dengan tertib dan masyarakat yang melintas juga tidak terganggu,” katanya. (*)