Siak Siapkan 10 Posko Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Libatkan 235 Personel

Pemerintah Kabupaten Siak menyiapkan 10 posko pengamanan untuk menghadapi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 H. Sebanyak 235 personel gabungan dari Dishub, TNI, Polri, hingga tim medis akan diterjunkan untuk memastikan perjalanan masyarakat berlangsung aman dan lancar.

Siak Siapkan 10 Posko Pengamanan Mudik Lebaran 2026, Libatkan 235 Personel
Wakil Bupati Siak Syamsurizal dan dihadiri unsur Forkopimda, camat, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait mengikuti rapat, Kamis (12/3/2026). (Sumber: Diskominfo Siak)

RINGKASAN BERITA:

  • Pemkab Siak menyiapkan 10 posko pengamanan mudik Lebaran 2026 dengan dukungan 235 personel gabungan.

  • Posko akan melibatkan Dishub, TNI, Polri, PMI, serta tim medis untuk menjaga kelancaran arus mudik dan balik.

  • Pemerintah daerah juga fokus pada perbaikan jalan, penerangan, serta pemantauan inflasi dan stok bahan pokok.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Pemerintah Kabupaten Siak menyiapkan 10 posko pengamanan di sejumlah titik strategis guna mengantisipasi arus mudik dan arus balik Idulfitri 1447 Hijriah tahun 2026.

Posko tersebut akan diisi oleh ratusan personel gabungan dari berbagai instansi.

Rencana tersebut dibahas dalam rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) yang digelar di Ruang Rapat Raja Indra Pahlawan, Kantor Bupati Siak, Kamis (12/3/2026).

Rapat dipimpin Wakil Bupati Siak Syamsurizal dan dihadiri unsur Forkopimda, camat, serta organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Syamsurizal menjelaskan, sekitar 235 personel akan dilibatkan untuk mendukung operasional posko selama masa mudik hingga arus balik Lebaran.

“Untuk Lebaran tahun 2026 direncanakan ada sekitar 10 titik posko pengamanan dengan dukungan kurang lebih 235 personel yang akan bertugas selama masa mudik dan arus balik, baik dari Dishub, TNI, Polri, PMI maupun tim medis,” ujarnya.

Rapat tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Kementerian Dalam Negeri terkait kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi periode libur Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Idulfitri, termasuk upaya menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok dan pengendalian inflasi.

Syamsurizal menyebutkan, berdasarkan survei Kementerian Perhubungan, sekitar 50 persen masyarakat Indonesia diperkirakan akan melakukan perjalanan mudik pada Lebaran tahun ini.

“Walaupun tidak sebesar di ibu kota, potensi pergerakan masyarakat menjelang dan sesudah Lebaran tetap perlu kita antisipasi,” katanya.

Dalam rapat tersebut, pemerintah daerah juga meminta OPD terkait memperkuat koordinasi guna mendukung kelancaran arus mudik di wilayah Kabupaten Siak.

Dinas Perhubungan diminta menjalin komunikasi dengan Organisasi Angkutan Darat (Organda) dan perusahaan pelayaran untuk memastikan kesiapan armada angkutan penumpang, terutama di Pelabuhan Mengkapan Buton serta terminal-terminal yang ada di daerah tersebut.

Selain itu, Wabup juga menyoroti kondisi infrastruktur jalan dan penerangan yang dinilai masih perlu perhatian.

Ia meminta Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) segera melakukan perbaikan pada ruas jalan yang rusak agar tidak mengganggu kelancaran lalu lintas selama musim mudik.

“Jalan yang berlubang atau rusak tentu akan mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan serta kelancaran lalu lintas arus mudik. Kami minta dinas terkait segera melakukan perbaikan,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Siak, Nugroho Imam Darotdjat, menyampaikan bahwa kondisi inflasi di daerah tersebut secara umum masih terkendali berdasarkan pemantauan Indeks Harga Konsumen (IHK) oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Namun secara tahunan, inflasi periode Februari hingga Maret 2025 tercatat sekitar 3,23 persen, sehingga tetap menjadi perhatian karena sedikit melampaui target inflasi nasional.

Beberapa komoditas yang berpotensi memicu inflasi di Kabupaten Siak antara lain daging ayam ras, cabai merah, tomat, ayam hidup, dan emas perhiasan.

Meski demikian, ketersediaan beras masih dinilai mencukupi dan harga bahan pokok relatif stabil.

“Stok bahan pangan secara umum masih relatif aman. Namun beberapa komoditas seperti bawang merah, cabai merah, cabai rawit, telur ayam ras dan daging ayam ras tetap perlu diwaspadai,” tandasnya. (*)