Siak Percepat Modernisasi Pertanian, Dua Combine Harvester Disalurkan untuk Dongkrak Produksi Padi

Pemkab Siak memperkuat sektor pertanian dengan menyalurkan dua unit combine harvester bantuan Kementerian Pertanian guna meningkatkan efisiensi panen dan produktivitas petani.

Siak Percepat Modernisasi Pertanian, Dua Combine Harvester Disalurkan untuk Dongkrak Produksi Padi
Wakil Bupati Siak, Syamsurizal berfoto di atas combine harvester yang disalurkan bagi petani di Kecamatan Bungaraya. (Sumber: Pemkab Siak)

RINGKASAN BERITA: 

  • Dua combine harvester senilai Rp500 juta per unit disalurkan untuk petani Siak
  • Alsintan juga mendukung program tumpang sari padi gogo di lahan sawit
  • Pemkab Siak targetkan peningkatan indeks tanam dan optimalisasi ratusan hektare lahan.

RIAUCERDAS.COM, SIAK - Langkah percepatan modernisasi pertanian terus didorong Pemerintah Kabupaten Siak dengan menyalurkan alat dan mesin pertanian (alsintan) guna meningkatkan efisiensi dan hasil produksi padi di tingkat petani.

Wakil Bupati Siak, Syamsurizal, secara langsung menyerahkan dua unit combine harvester kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Bungaraya.

Bantuan tersebut diberikan kepada Gapoktan Sumber Rejeki binaan Brigif TP-89 GG serta brigade Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Siak.

Alsintan jenis Harfia 110 Max ini merupakan bantuan dari Kementerian Pertanian yang disalurkan melalui dinas terkait sebagai upaya mendukung peningkatan produktivitas sekaligus mempercepat proses panen di lapangan.

Bantuan ini, kata dia, tentu sangat bermanfaat bagi petani.

Dia berharap pemanfaatannya bisa maksimal, sehingga proses panen lebih cepat, efisien, dan hasil pertanian semakin meningkat. 

"Tentu ini juga menjadi bagian dari upaya kita bersama dalam mendukung swasembada pangan nasional,” ujar Syamsurizal saat penyerahan di Kompleks Perkantoran Sei Betung, Kecamatan Siak, Kamis (9/4/2026).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Kabupaten Siak, Kaharuddin, menjelaskan bahwa bantuan ini merupakan hasil usulan pemerintah daerah yang kemudian direalisasikan melalui anggaran APBN 2026.

Ia menyebutkan, setiap unit combine harvester memiliki nilai sekitar Rp500 juta.

Dari dua unit yang diterima, satu dialokasikan untuk Gapoktan Bungaraya, sementara satu lainnya digunakan sebagai alsintan brigade yang bersifat mobile untuk melayani kebutuhan petani di berbagai wilayah.

Selain untuk panen padi, alsintan tersebut juga akan dimanfaatkan dalam mendukung program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), khususnya melalui penanaman padi gogo di sela tanaman kelapa sawit di sejumlah kecamatan seperti Dayun, Lubuk Dalam, Koto Gasib, Kerinci Kanan, dan Kandis, dengan target luas tanam mencapai 750 hektare pada 2026.

Pemerintah daerah juga tengah menjalankan program optimalisasi lahan seluas 600 hektare di Bungaraya dan Sungai Mandau, serta peningkatan indeks pertanaman padi dari 250 menjadi 300 pada lahan 1.900 hektare di Bungaraya.

Upaya tersebut turut didukung distribusi benih sebanyak 47,5 ton untuk tujuh desa.

Ke depan, Pemkab Siak berencana menambah dukungan alsintan lain seperti traktor roda empat guna memperkuat sarana dan prasarana pertanian di berbagai kecamatan. (*)