Dinas PKH Riau Salurkan 37 Ribu Lebih Obat dan Vaksin Ternak ke 9 Daerah
Dinas PKH Provinsi Riau menyalurkan 37.299 unit obat, vaksin, vitamin, serta peralatan kesehatan hewan ke sejumlah daerah selama Februari 2026. Distribusi ini dilakukan untuk memperkuat layanan kesehatan hewan serta mencegah penyebaran penyakit ternak di wilayah Riau.
RINGKASAN BERITA:
-
Dinas PKH Riau menyalurkan 37.299 unit logistik kesehatan hewan selama Februari 2026.
-
Vaksin yang didistribusikan antara lain PMK, Jembrana, rabies, dan Septicemia Epizootica.
-
Penyaluran dilakukan ke sembilan daerah untuk memperkuat layanan kesehatan ternak dan pencegahan penyakit.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Provinsi Riau menyalurkan berbagai logistik kesehatan hewan ke sejumlah kabupaten dan kota selama Februari 2026.
Penyaluran tersebut bertujuan memperkuat pelayanan kesehatan hewan sekaligus mendukung pengendalian penyakit ternak di daerah.
Kepala Dinas PKH Provinsi Riau, Mimi Yuliani Nazir, mengatakan distribusi logistik kesehatan hewan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam memastikan ketersediaan obat dan vaksin bagi petugas di lapangan.
“Distribusi obat-obatan, vaksin dan peralatan penunjang kesehatan hewan dilakukan untuk mendukung pelayanan kesehatan hewan di daerah serta memperkuat langkah pencegahan dan pengendalian penyakit hewan,” ujar Mimi Yuliani Nazir, Rabu (11/3/2026).
Berdasarkan laporan distribusi Februari 2026, total logistik kesehatan hewan yang disalurkan mencapai 37.299 unit yang terdiri dari berbagai jenis obat, vaksin, vitamin, serta peralatan medis veteriner.
Logistik tersebut didistribusikan ke sejumlah daerah di Provinsi Riau, di antaranya:
- Kabupaten Indragiri Hilir sebanyak 1.510 unit
- Indragiri Hulu 8.735 unit
- Kampar 9.775 unit
- Kuantan Singingi 3.171 unit
- Rokan Hilir 4.450 unit
- Siak 4.958 unit
- Kota Dumai 505 unit
- Kota Pekanbaru 2.814 unit
- UPT IBT sebanyak 1.381 unit.
Untuk jenis vaksin, Dinas PKH Riau menyalurkan beberapa vaksin penyakit strategis ternak.
Vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) didistribusikan sebanyak 13.875 dosis ke berbagai daerah. Di antaranya;
- Indragiri Hilir 500 dosis
- Indragiri Hulu 4.000 dosis
- Kampar 3.000 dosis
- Kuantan Singingi 1.500 dosis
- Rokan Hilir 1.900 dosis
- Siak 2.000 dosis
- Dumai 500 dosis
- Pekanbaru 425 dosis
- UPT IBT 50 dosis.
Selain itu, vaksin Jembrana juga disalurkan sebanyak 5.700 dosis yang didistribusikan ke;
- Indragiri Hilir 500 dosis
- Indragiri Hulu 500 dosis
- Kampar 2.000 dosis
- Kuantan Singingi 700 dosis
- Rokan Hilir 1.250 dosis
- Siak 400 dosis
- Dumai 250 dosis
- Pekanbaru 50 dosis
- UPT IBT 50 dosis.
Sementara itu, vaksin rabies didistribusikan sebanyak 1.750 dosis yang disalurkan ke ;
- Indragiri Hulu 250 dosis
- Kampar 250 dosis
- Kuantan Singingi 250 dosis
- Rokan Hilir 500 dosis
- Siak 500 dosis.
Dinas PKH Riau juga menyalurkan vaksin Septicemia Epizootica (SE) sebanyak 1.000 dosis, masing-masing 500 dosis untuk Kabupaten Indragiri Hulu dan 500 dosis untuk Kabupaten Kampar.
Selain vaksin, berbagai obat-obatan dan peralatan medis turut disalurkan, antara lain antibiotik, analgesik atau antipiretik injeksi, antiparasit injeksi dan eksternal, multivitamin injeksi, serta vitamin untuk ternak.
Peralatan medis yang didistribusikan meliputi jarum suntik sebanyak 1.500 unit, needle 18G sebanyak 6.600 unit, spuit 10 ml dengan needle 21G sebanyak 2.500 unit, spuit 5 ml sebanyak 10.800 unit, spuit biasa 500 unit, serta Nipro syringe 3 ml sebanyak 800 unit.
Selain itu, perlengkapan penunjang lainnya seperti sarung tangan medis, masker, alkohol 95 persen, mineral blok untuk ternak, hingga sejumlah obat hewan seperti Vet Oxy LA, Vetadryl, Ivomec, dan Neo antiseptik juga turut disalurkan.
Mimi menjelaskan ketersediaan obat dan vaksin menjadi faktor penting untuk menjaga kesehatan ternak sekaligus mengantisipasi penyakit hewan menular yang berpotensi merugikan peternak.
“Dengan adanya distribusi ini diharapkan pelayanan kesehatan hewan di kabupaten dan kota dapat berjalan optimal serta mampu menjaga kesehatan ternak masyarakat,” katanya.
Ia menambahkan bahwa distribusi logistik kesehatan hewan akan terus dilakukan secara berkala sesuai kebutuhan daerah agar penanganan kesehatan hewan di Provinsi Riau tetap berjalan maksimal. (*)