Antrean BBM Subsidi Masih Mengular di Pekanbaru, Pemprov Riau Pastikan Stok Aman
Meski pemerintah memastikan pasokan BBM subsidi aman, antrean panjang masih terjadi di sejumlah SPBU di Pekanbaru. Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan Pertalite dan Bio Solar dalam beberapa hari terakhir.
RINGKASAN BERITA:
- Pemerintah jamin stok BBM aman, tapi antrean di SPBU masih panjang.
- Warga mengeluhkan sulitnya mendapatkan Pertalite dan Bio Solar selama dua hari terakhir.
- Distribusi ditingkatkan, masyarakat diminta tidak panic buying. Pertamina tambah 20 persen penyaluran Pertalite dan Biosolar.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Jaminan ketersediaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi dari pemerintah belum sepenuhnya meredakan antrean panjang di sejumlah SPBU di Pekanbaru.
Kondisi di lapangan menunjukkan warga masih harus menunggu lama untuk mendapatkan Pertalite dan Bio Solar dalam beberapa hari terakhir.
Pantauan di SPBU di Km 2,5 Jalan Garuda Sakti Pekanbaru, antrean panjang masih terjadi.
Baik truk, minibus hingga sepeda motor mengular hingga ke jalan raya.
Kondisi ini membuat arus lalu lintas di sekitar SPBU menjadi padat merayap.
Antrean panjang pengendara juga terlihat di SPBU Jalan SM Amin, Pekanbaru, tepatnya di samping Kantor Pajak.
Sejumlah Marshal SPBU tampak sibuk mengatur kendaraan yang mengantre agar tidak terlalu memakan badan jalan.
Di SPBU ini, antrean kendaraan yang ingin mengisi BBM jenis solar mengular hingga ratusan meter panjangnya.
Pemerintah Provinsi melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Provinsi Riau telah berkoordinasi dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut guna memastikan distribusi kembali normal.
Kepala Dinas ESDM Riau, Ismon Diondo Simatupang, menyebutkan bahwa pihak Pertamina telah menjamin ketersediaan stok untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Sudah kami koordinasikan dengan Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Mereka menjamin ketersediaan stok BBM di Riau tetap aman. Pertamina juga telah meningkatkan penyaluran untuk memastikan kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa kendala berarti," ujarnya, Sabtu (2/5/2026).
Ia juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembelian berlebihan agar distribusi berjalan merata.
"Kami minta masyarakat jangan panik dan belilah bahan bakar secara bijak sesuai kebutuhan. Hal ini penting agar distribusi energi dapat berjalan merata, tepat sasaran, dan tidak terjadi penumpukan antrean yang tidak perlu," tambahnya.
Namun, pantauan di lapangan menunjukkan antrean kendaraan masih mengular di sejumlah SPBU.
Warga mengaku kesulitan mendapatkan BBM bersubsidi akibat keterlambatan pasokan.
Salah seorang warga, Rian, mengaku telah mencari Bio Solar sejak beberapa hari terakhir namun belum berhasil mendapatkannya.
"Hari ini di SPBU jalan Hang Tuah juga masih kosong, katanya kemungkinan besok baru masuk. Kita memang harus lebih sabar menunggu kiriman datang kalau mau dapat BBM subsidi sekarang," keluhnya.
Keluhan serupa juga disampaikan Riski yang harus berkeliling mencari Pertalite di beberapa SPBU.
"Informasinya masih dalam proses pengiriman, jadi kalau pun ada, antreannya pasti sangat panjang. Saya sudah muter-muter cari, tapi hampir semua tempat kondisinya sama, harus menunggu lama," ujarnya.
Pemerintah berharap peningkatan distribusi yang dilakukan dapat segera mengatasi kelangkaan sementara ini sehingga antrean di SPBU dapat berangsur normal.
Pasokan
Pertamina Patra Niaga Regional Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) mengambil langkah responsif dengan menambah distribusi BBM bersubsidi di wilayah Riau.
Penambahan ini dilakukan sebagai upaya mengantisipasi peningkatan kebutuhan masyarakat, khususnya menjelang libur panjang pada 1–3 Mei 2026.
Peningkatan pasokan difokuskan pada jenis Pertalite dan Solar, dengan volume distribusi dinaikkan hingga 20 persen dibandingkan rata-rata penyaluran harian.
Area Manager Communication, Relations & CSR Sumbagut, Fahrougi Andriani Sumampouw, dilansir Media Center Riau menjelaskan bahwa langkah tersebut merupakan bentuk kesiapsiagaan menghadapi lonjakan konsumsi di lapangan.
Ia menyebutkan bahwa tanda-tanda peningkatan permintaan sudah terlihat di sejumlah SPBU, terutama pada jam-jam sibuk yang menyebabkan antrean kendaraan cukup panjang.
Meski demikian, pihaknya memastikan bahwa ketersediaan BBM di wilayah Riau tetap dalam kondisi aman selama periode tersebut.
Selain meningkatkan pasokan, Pertamina juga memperketat pengawasan distribusi dan memperkuat koordinasi dengan berbagai pihak terkait agar penyaluran berjalan lancar dan tepat sasaran.
Di sisi lain, masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Hal ini penting guna menjaga distribusi BBM tetap merata dan menghindari terjadinya penumpukan antrean.
Pertamina menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas pasokan energi, terutama pada momen meningkatnya mobilitas masyarakat.
Dengan adanya tambahan distribusi ini, diharapkan kondisi antrean di SPBU dapat segera terurai dan aktivitas masyarakat kembali berjalan normal. (*)