Pendapatan Pajak BBM Riau Melonjak Rp110 Miliar, DPRD Bidik APBD Tembus Rp10 Triliun

Pendapatan dari Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor di Riau naik signifikan pada triwulan I 2026. DPRD optimistis tren ini bisa mendorong APBD 2027 menembus Rp10 triliun.

Pendapatan Pajak BBM Riau Melonjak Rp110 Miliar, DPRD Bidik APBD Tembus Rp10 Triliun
Petugas SPBU. (Sumber: pertaminapatraniaga.com)

RINGKASAN BERITA:

  • Pendapatan PBBKB Riau naik Rp110 miliar pada triwulan I 2026 dibanding tahun sebelumnya.
  • DPRD menargetkan APBD Riau 2027 bisa tembus di atas Rp10 triliun.
  • Potensi pajak dari sektor industri dan alat berat dinilai masih belum tergarap maksimal.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Lonjakan pendapatan dari sektor Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) menjadi sinyal kuat bagi peningkatan kapasitas fiskal Pemerintah Provinsi Riau.

Kenaikan ini bahkan mulai diarahkan sebagai pijakan untuk mendorong APBD Riau menembus angka dua digit pada tahun mendatang.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Optimalisasi Pendapatan Daerah DPRD Riau, Abdullah, mengungkapkan bahwa realisasi PBBKB pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp477 miliar.

Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang hanya sebesar Rp367 miliar.

"Artinya, ada kenaikan sekitar Rp110 miliar dalam kurun waktu satu tahun pada kuartal yang sama. Alhamdulillah, berkat kolaborasi intensif antara Pansus dan Pemerintah Provinsi Riau, pendapatan daerah khususnya dari PBBKB mulai berangsur naik secara konsisten," ujar Abdullah, Senin (20/4/2026).

Ia menilai capaian ini mencerminkan perbaikan dalam sistem pemungutan pajak daerah serta upaya optimalisasi potensi yang sebelumnya belum tergarap maksimal.

Meski demikian, Abdullah menegaskan bahwa peningkatan ini baru langkah awal.

Menurutnya, tren positif tersebut harus dijaga hingga akhir tahun anggaran agar dapat menjadi fondasi kuat dalam penyusunan APBD 2027.

Ia menargetkan pendapatan daerah terus meningkat sehingga total APBD Riau bisa melampaui Rp10 triliun.

Selain itu, potensi penerimaan dari sektor PBBKB dinilai masih terbuka lebar, khususnya dari penggunaan bahan bakar di sektor industri dan alat berat yang belum sepenuhnya terdata.

Sebagai pembanding, Abdullah menyoroti capaian Provinsi Kalimantan Timur yang menargetkan penerimaan PBBKB hingga Rp7 triliun.

Dengan karakteristik wilayah yang dinilai serupa, Riau disebut memiliki peluang untuk mengejar target yang lebih ambisius.

"Kondisi Riau dengan Kaltim itu tidak jauh berbeda. Jika Kaltim mampu menargetkan Rp7 triliun, maka setidaknya Riau harus bisa mencapai separuh dari angka itu. Jika target separuh dari Kaltim itu tercapai, maka impian kita melihat APBD Riau 2027 menjadi dua digit pasti akan menjadi kenyataan," ujarnya.

Dengan tren pertumbuhan yang terus menunjukkan peningkatan, sektor PBBKB diproyeksikan menjadi salah satu tulang punggung pendapatan daerah dalam memperkuat kemandirian fiskal Riau ke depan. (*)