Mahasiswa Kukerta Unri Digitalisasi UMKM Desa Logas, 20 Usaha Masuk Google Maps dan 12 QRIS Aktif
Mahasiswa Kukerta Berdampak Universitas Riau mendampingi pelaku UMKM di Desa Logas, Kuantan Singingi, dalam digitalisasi usaha. Program ini berhasil mendaftarkan 20 lokasi usaha ke Google Maps, mengaktifkan 12 QRIS, serta memberikan edukasi keamanan siber kepada pelaku usaha.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri berhasil mendaftarkan 20 lokasi UMKM Desa Logas ke Google Maps dan mengaktifkan 12 QRIS bagi pelaku usaha.
- Pendampingan dilakukan secara gratis, mulai dari registrasi Google Maps, aktivasi QRIS hingga penyerahan QRIS cetak kepada pemilik usaha.
- Pelaku UMKM juga dibekali edukasi keamanan siber agar lebih aman menggunakan layanan digital dan terhindar dari penipuan daring.
RIAUCERDAS.COM, KUANTAN SINGINGI - Sebanyak 20 pelaku UMKM di Desa Logas, Kecamatan Singingi, Kabupaten Kuantan Singingi (Kuansing), kini memiliki lokasi usaha yang terdaftar di Google Maps
Sementara 12 pelaku usaha telah memiliki QRIS aktif berkat pendampingan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Berdampak Universitas Riau (Unri) Tahun 2026.
Program yang berlangsung pada 9–20 Juli 2026 itu dilaksanakan oleh 11 mahasiswa Kukerta di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Arif Zulkarnain, S.E., M.E.
Kegiatan bertujuan membantu pelaku usaha memanfaatkan teknologi digital untuk meningkatkan visibilitas usaha sekaligus mempermudah transaksi non-tunai.
Mengusung tema "Pendaftaran Google Maps dan Pembuatan QRIS UMKM Desa Logas: Mengoptimalkan Potensi Bisnis di Era Digital," mahasiswa memberikan pendampingan mulai dari pendaftaran lokasi usaha ke Google Maps, registrasi dan aktivasi QRIS melalui aplikasi DANA, penyerahan QRIS cetak, hingga edukasi mengenai keamanan siber.
Pendampingan dilakukan dengan mendatangi langsung warung dan tempat usaha milik warga.
Selama tiga hari, mahasiswa membantu proses pengambilan titik lokasi usaha, pendaftaran ke Google Maps, registrasi dan aktivasi QRIS, hingga menyerahkan QRIS yang telah dicetak kepada pelaku usaha tanpa dipungut biaya.
Selain itu, para pelaku UMKM juga diberikan pemahaman mengenai pentingnya menjaga keamanan akun digital, mengenali modus penipuan daring, serta melindungi data pribadi saat melakukan transaksi elektronik.
Ketua Kukerta Berdampak Unri Desa Logas Tahun 2026, Yakub Kevin Gultom, mengatakan program tersebut berangkat dari kebutuhan pelaku usaha yang mulai memanfaatkan layanan digital, namun masih memerlukan pendampingan dalam penggunaannya.
"Sebagian pelaku usaha sebenarnya sudah memiliki telepon pintar, tetapi belum mengetahui cara mendaftarkan usahanya ke Google Maps maupun mengaktifkan QRIS. Karena itu, kami memberikan pendampingan secara langsung hingga seluruh proses selesai, termasuk menyerahkan QRIS yang telah dicetak kepada pelaku usaha secara gratis," ujarnya.
Salah seorang pelaku UMKM, Anis, mengaku merasakan manfaat setelah mengikuti program tersebut.
"Sekarang pelanggan lebih mudah menemukan lokasi usaha saya melalui Google Maps, pembayaran juga menjadi lebih praktis menggunakan QRIS. Kami juga jadi lebih memahami cara menjaga keamanan akun agar tidak mudah menjadi korban penipuan," ungkapnya.
Secara keseluruhan, program ini berhasil mendaftarkan 20 lokasi usaha ke Google Maps sehingga lebih mudah ditemukan masyarakat.
Selain itu, sebanyak 12 pelaku UMKM kini telah memiliki QRIS aktif untuk melayani pembayaran secara non-tunai.
Edukasi yang diberikan juga meningkatkan pemahaman dasar pelaku usaha mengenai keamanan dalam memanfaatkan layanan digital.
Dosen Pembimbing Lapangan, Arif Zulkarnain, S.E., M.E., mengapresiasi inisiatif mahasiswa yang menghadirkan program dengan manfaat langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, pendampingan tersebut membantu pelaku UMKM beradaptasi dengan perkembangan teknologi sekaligus meningkatkan literasi digital di tingkat desa.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Desa Logas yang menilai program tersebut memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
"Saya mengapresiasi kegiatan ini. Kalau program seperti ini berhasil, akan ada hasil yang benar-benar ditinggalkan untuk masyarakat. Pelaku UMKM sekarang memiliki lokasi usaha di Google Maps, bisa menerima pembayaran melalui QRIS, dan mendapatkan pengetahuan tentang penggunaan teknologi digital. Harapannya, manfaat ini dapat terus dirasakan meskipun masa Kukerta telah selesai," ujarnya.
Program ini mendapat respons positif dari masyarakat karena menjawab kebutuhan pelaku UMKM dalam memanfaatkan teknologi digital.
Dengan dukungan Google Maps, QRIS, dan pemahaman mengenai keamanan siber, pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan daya saing dan mengembangkan usahanya secara berkelanjutan. (rls)