Jadwal Operasi Pasar Murah Pemprov di Tiga Daerah
Pemprov Riau memperluas jangkauan operasi pasar murah ke tiga kabupaten dalam sepekan guna menjaga stabilitas harga dan pasokan bahan pokok di tengah masyarakat.
RINGKASAN BERITA:
- Operasi pasar murah kini menjangkau tiga kabupaten dalam satu pekan, tidak lagi terpusat di Pekanbaru.
- Harga bahan pokok dijual lebih terjangkau, seperti beras SPHP Rp60 ribu per 5 kg dan Minyakita Rp15.500.
- Pemprov Riau menekankan stabilitas harga, distribusi lancar, serta edukasi pengurangan plastik kepada masyarakat.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memperluas pelaksanaan operasi pasar murah dengan menjangkau tiga kabupaten dalam satu pekan.
Langkah ini menjadi strategi baru Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama BUMD PT Riau Pangan Bertuah untuk memperkuat distribusi bahan pokok sekaligus menekan gejolak harga di daerah.
Kepala Dinas Perindagkop UKM Riau, M Taufiq Oesman Hamid melalui Kabid Perdagangan Dalam Negeri Tetty Nurdianti menjelaskan, kegiatan pasar murah tetap berlangsung selama lima hari dalam sepekan, namun dengan cakupan wilayah yang lebih luas dibanding sebelumnya.
"Sama seperti pekan sebelumnya, digelar selama 5 hari dalam sepekan. Namun, jika sebelumnya satu pekan hanya 1 kabupaten dan selebihnya di Kota Pekanbaru, pekan ini akan digelar pada 3 kabupaten," kata Tetty Nurdianti.
Ia merinci, pelaksanaan dimulai pada Senin, 13 April di Halaman Kantor Kelurahan Minas Jaya, Kecamatan Siak, Kabupaten Siak.
Selanjutnya pada Selasa, 14 April kegiatan berlangsung di Halaman Kantor Lurah Pebatuan, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru.
"Pada hari Rabu, 15 April akan digelar di Halaman Kantor Desa Tarai Bangun, Kecamatan Kampar, pada Kamis, 16 April di Halaman Ramayana Kabupaten Pelalawan," terangnya.
Pada hari terakhir, Jumat, 17 April, operasi pasar murah kembali digelar di Kota Pekanbaru, tepatnya di Halaman Kantor Kelurahan Air Dingin, Kecamatan Bukit Raya.
Menurut Tetty, kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pokok tetap terjaga, distribusi berjalan lancar, serta harga tetap stabil di tengah masyarakat.
"Dengan adanya operasi pasar murah ini, kami ingin menjaga dan memastikan ketersediaan bahan pokok, kelancaran distribusi dan kestabilan harga di masyarakat dalam memenuhi kebutuhan," ujar Tetty.
Ia juga mengimbau masyarakat yang ingin berbelanja agar datang sesuai jadwal dan tertib saat antre.
Kegiatan pasar murah dimulai pukul 08.30 WIB, serta warga diharapkan membawa kantong belanja sendiri guna mengurangi penggunaan plastik.
"Pasar murah akan digelar pada pukul 08.30 wib. Kita harapkan masyarakat dapat mengantre dengan tertib. Dan kami mengimbau agar membawa kantong belanja dari rumah, untuk mengurangi penggunaan kantong plastik," ungkapnya.
Dalam operasi pasar murah tersebut, sejumlah bahan pokok dijual dengan harga terjangkau.
Beras SPHP dibanderol Rp60 ribu per 5 kilogram.
Beras Anak Daro dan Sokan kemasan 10 kilogram dijual Rp165 ribu, sedangkan kemasan 5 kilogram Rp83 ribu.
Selain itu, Minyakita dijual Rp15.500 per bungkus, garam Krista Rp2 ribu per 200 gram, garam Nusantara Rp2 ribu per 250 gram, serta tepung Segitiga Biru Rp13 ribu per bungkus.
Untuk komoditas seperti cabai merah, bawang merah, bawang putih, kentang, serta telur ayam, harga mengikuti kondisi pasar dan petani. (*)


