Sekda Siak Ajak Warga Tidak Membakar Sampah untuk Cegah Karhutla di Musim Kemarau
Sekretaris Daerah Siak Mahadar mengimbau masyarakat tidak membakar sampah sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama saat musim kemarau. Imbauan tersebut disampaikan saat Safari Ramadan di Kampung Sungai Berbari, Kecamatan Pusako.
RINGKASAN BERITA:
-
Sekda Siak Mahadar mengimbau masyarakat tidak membakar sampah karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).
-
Api kecil seperti puntung rokok atau pembakaran sampah dapat dengan cepat membesar saat musim kemarau.
-
Safari Ramadan Pemkab Siak juga diisi penyerahan santunan Ramadan dari Baznas dan buka puasa bersama masyarakat.
RIAUCERDAS.COM, SIAK - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Siak, Mahadar, mengingatkan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan karena dapat memicu kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama saat kondisi cuaca mulai memasuki musim kemarau.
Imbauan tersebut disampaikan Mahadar saat mewakili Bupati Siak Afni dalam kegiatan Safari Ramadan Pemerintah Kabupaten Siak di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Sungai Berbari, Kecamatan Pusako, Rabu (11/3/2026).
Menurut Mahadar, sejumlah kasus kebakaran lahan kerap berawal dari api kecil yang dianggap sepele, seperti membakar sampah atau puntung rokok yang masih menyala.
“Kebakaran sering terjadi berawal dari api yang kecil, seperti contoh puntung rokok. Tapi karena cuaca panas dan juga angin yang berembus kuat, api yang kecil itu lama-lama akan membesar,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa jika api sudah membesar dan meluas, dampaknya akan dirasakan langsung oleh masyarakat, baik dari sisi lingkungan maupun kesehatan.
“Jika apinya sudah besar, yang akan merasakan dampaknya adalah kita,” tambahnya.
Karena itu, Mahadar mengajak seluruh masyarakat, khususnya di Kecamatan Pusako dan umumnya di Kabupaten Siak, untuk bersama-sama menjaga lingkungan dengan tidak membuat api atau membakar sampah sembarangan.
Selain menyampaikan pesan terkait pencegahan Karhutla, Mahadar juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan ibadah menjelang akhir bulan Ramadan.
Ia mengingatkan agar kesibukan masyarakat dalam mempersiapkan kebutuhan Lebaran tidak mengurangi semangat beribadah.
“Sudah jadi kebiasaan kita kalau mau Lebaran, ibu-ibu sibuk membuat kue dan bapak-bapak membersihkan rumah. Tapi saya harap kegiatan itu tidak mengurangi ibadah kita di akhir-akhir bulan Ramadan ini,” ujar Mahadar.
Kegiatan Safari Ramadan Pemkab Siak di Masjid Al-Ikhlas tersebut diawali dengan penyerahan Santunan Ramadan Bahagia dari Baznas Kabupaten Siak yang diserahkan langsung oleh Bupati Siak Afni.
Acara kemudian dilanjutkan dengan buka puasa bersama masyarakat. (*)