Jelang Idulfitri, Wali Kota Pekanbaru Tegaskan Tolak Gratifikasi dalam Bentuk Apa Pun
Wali Kota Pekanbaru menegaskan komitmen menolak segala bentuk gratifikasi menjelang Idulfitri. Ia memastikan tidak menerima hadiah atau pemberian apa pun terkait jabatannya serta mengajak seluruh pihak menjaga integritas pemerintahan.
RINGKASAN BERITA:
- Wali Kota Pekanbaru menolak segala bentuk gratifikasi terkait jabatannya.
- Tidak ada pihak yang diberi kuasa menerima hadiah atas nama wali kota.
- Komitmen ini untuk mewujudkan pemerintahan bersih dan bebas korupsi.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Menjelang perayaan Idulfitri, Wali Kota Agung Nugroho menegaskan sikap tegas terhadap praktik gratifikasi di lingkungan pemerintahan.
Ia menyatakan tidak akan menerima bentuk pemberian apa pun yang berkaitan dengan jabatannya sebagai kepala daerah.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui surat resmi yang diedarkan kepada pejabat di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, aparatur sipil negara (ASN), pimpinan badan usaha milik daerah (BUMD), serta berbagai pihak yang berhubungan dengan aktivitas pemerintahan di Kota Pekanbaru.
Dalam surat itu dijelaskan bahwa segala bentuk pemberian, baik berupa uang, paket bingkisan, barang, maupun hadiah lainnya yang terkait dengan posisi wali kota tidak dapat diterima.
Agung juga menegaskan tidak pernah memberikan mandat kepada siapa pun untuk menerima hadiah atau pemberian atas namanya.
Jika terdapat pihak yang mengaku sebagai perwakilan wali kota untuk meminta sesuatu, hal tersebut dipastikan tidak benar.
Menurutnya, integritas harus menjadi prinsip utama dalam seluruh proses penyelenggaraan pemerintahan. Hal itu mencakup berbagai aspek, mulai dari promosi dan mutasi jabatan, penetapan kebijakan, hingga pelaksanaan program dan proyek pemerintah.
Ia menekankan bahwa setiap keputusan yang diambil harus bebas dari pengaruh kepentingan pribadi maupun imbalan dalam bentuk apa pun.
Komitmen tersebut, kata Agung, merupakan bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang transparan, bersih, serta terbebas dari praktik gratifikasi, suap, maupun konflik kepentingan.
Ia juga mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga integritas serta menjauhi praktik korupsi demi terciptanya pemerintahan yang lebih baik di Pekanbaru.
Momentum menjelang Idulfitri, lanjutnya, menjadi waktu yang tepat untuk kembali menguatkan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan kepada masyarakat. (*)