Dukung Reforestasi 2.574 Hektare di TNTN, Bupati Zukri Siap Sinergi Pulihkan Hutan Pelalawan
Bupati Pelalawan H. Zukri menyatakan dukungan penuh terhadap reforestasi tahap I di Taman Nasional Tesso Nilo yang menargetkan pemulihan 2.574 hektare hutan pada 2026 sebagai bagian dari agenda nasional pemulihan ekosistem hingga 66.704 hektare pada 2028.
RINGKASAN BERITA:
- Reforestasi tahap I TNTN 2026 menargetkan pemulihan 2.574 hektare dari total target 66.704 hektare hingga 2028.
- Program didukung pendanaan APBN, rehabilitasi DAS, dan FOLU Net Sink serta melibatkan sinergi lintas sektor.
- Penanaman simbolis 2.000 bibit pohon dilakukan di lahan 400 hektare eks sawit yang telah dikembalikan ke negara.
RIAUCERDAS.COM, PELALAWAN - Komitmen pemulihan hutan di Taman Nasional Tesso Nilo (TNTN) memasuki babak baru.
Bupati Pelalawan H. Zukri, SM.MM menyatakan dukungan penuh terhadap program reforestasi tahap I yang menargetkan pemulihan 2.574 hektare kawasan hutan sepanjang 2026.
Pernyataan itu disampaikan saat menghadiri peresmian reforestasi di lahan eks sawit Desa Segati, Kecamatan Langgam, Selasa (3/3/2026).
Program ini menjadi langkah awal dari agenda besar pemulihan ekosistem TNTN yang dirancang hingga 2028.
Dalam kegiatan tersebut hadir Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni, Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono, Dirjen KSDAE Satyawan Pudyatmoko, Plt Gubernur Riau SF Hariyanto, serta unsur Forkopimda Provinsi Riau.
Turut hadir Pangdam XIX/Tuanku Tambusai, Kapolda Riau, Kajati Riau, Danrem 031/WB, dan sekitar 300 undangan lainnya.
Bupati Zukri menilai reforestasi TNTN sebagai langkah strategis untuk mengembalikan fungsi ekologis kawasan konservasi sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan di Kabupaten Pelalawan.
Ia menegaskan kesiapan pemerintah daerah untuk bersinergi dengan pemerintah pusat dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendukung proses pemulihan hutan secara bertahap dan terukur.
Plt. Gubernur Riau SF. Hariyanto menyampaikan bahwa relokasi kawasan TNTN dilaksanakan sesuai regulasi melalui mekanisme Satgas dengan prinsip kehati-hatian.
Pemerintah Provinsi Riau, katanya, mengapresiasi partisipasi masyarakat dalam mendukung pengembalian fungsi kawasan hutan.
Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menegaskan percepatan pemulihan TNTN merupakan bagian dari komitmen nasional dalam menjaga keanekaragaman hayati Sumatera.
Ia menilai kolaborasi lintas sektor menjadi faktor penentu keberhasilan program tersebut.
Sementara itu, Menteri Kehutanan RI Raja Juli Antoni menjelaskan bahwa pemulihan TNTN merupakan tindak lanjut arahan Presiden Republik Indonesia melalui Satgas Penertiban Kawasan Hutan.
Upaya yang ditempuh mencakup penegakan hukum dengan pendekatan restorative justice, relokasi masyarakat secara persuasif dan bertahap melalui verifikasi ketat, serta penertiban administrasi pertanahan guna memastikan status lahan clear and clean.
Secara keseluruhan, target pemulihan ekosistem hingga 2028 diproyeksikan mencapai 66.704 hektare.
Pada 2026, fokus rehabilitasi seluas 2.574 hektare didukung pendanaan APBN, program rehabilitasi DAS, dan FOLU Net Sink.
Dalam rangkaian kegiatan, dilakukan penanaman simbolis 2.000 bibit pohon jenis kulim, pulai, trembesi, dan mahoni di area seluas 400 hektare yang telah diserahkan kembali kepada negara.
Usai peresmian, rombongan melanjutkan agenda ke Polda Riau untuk mengikuti konferensi pers terkait pengungkapan kasus pemburu gajah di kawasan TNTN sebagai bentuk komitmen bersama dalam penegakan hukum lingkungan. (*)