Kapolri Ingatkan Ancaman Bencana Saat Operasi Ketupat 2026, Fokus Pengamanan Jalur Mudik dan Wisata

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta jajaran mengantisipasi potensi bencana selama Operasi Ketupat 2026, termasuk di jalur mudik dan lokasi wisata

Kapolri Ingatkan Ancaman Bencana Saat Operasi Ketupat 2026, Fokus Pengamanan Jalur Mudik dan Wisata
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo didampingi Panglima TNI dan jajaran lainnya memberi pernyataan kepada media. (Sumber: Humas Polri).

RINGKASAN BERITA:

  • Kapolri minta antisipasi bencana di jalur mudik selama Operasi Ketupat 2026
  • Satgas Bencana diminta siaga menghadapi potensi cuaca ekstrem
  • Pengelola wisata diminta perhatikan kapasitas dan keselamatan pengunjung

RIAUCERDAS.COM, MEDAN - Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Listyo Sigit Prabowo mengingatkan seluruh jajaran untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana selama pelaksanaan Operasi Ketupat 2026.

Dia menekankan peringatan itu pada jalur mudik dan kawasan rawan seperti banjir dan longsor..

Kapolri menekankan pentingnya kesiapan Satgas Bencana di setiap pos terpadu, baik dari sisi personel maupun perlengkapan pendukung untuk menghadapi kemungkinan cuaca ekstrem.

“Saya pesan untuk seluruh jajaran yang memiliki potensi terjadinya bencana agar seluruh Satgas Bencana yang ada di pos-pos terpadu agar mempersiapkan diri dengan sebaik-baiknya, khususnya apabila terjadi potensi-potensi bencana ekstrem yang diramalkan oleh BMKG,” kata Sigit dilansir dari laman Humas Polri, Minggu (22/3/2026).

Ia menjelaskan, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) telah melakukan operasi modifikasi cuaca dalam beberapa hari terakhir guna menekan potensi hujan ekstrem yang bisa memicu bencana di jalur mudik.

“Dan alhamdulillah ini juga berhasil mengurangi potensi hujan ekstrem walaupun beberapa hari ke depan ini juga menjadi pekerjaan rumah yang harus kita antisipasi,” kata dia.

Selain fokus pada jalur mudik, Kapolri juga mengingatkan pengelola tempat wisata dan para pemangku kepentingan untuk memastikan keselamatan pengunjung, terutama di objek wisata air yang cenderung ramai saat libur Lebaran.

“Tolong betul-betul dipastikan untuk keselamatan para masyarakat yang akan melaksanakan kegiatan wisata, khususnya di wisata air untuk dipastikan agar kapasitas jangan sampai melebihi kapasitas yang sudah disiapkan dan alat-alat penyelamat juga jumlahnya harus disesuaikan dengan jumlah penumpang yang masuk,” ujar Kapolri.

Di sisi lain, Kapolri turut mengimbau masyarakat yang melakukan perjalanan mudik maupun silaturahmi agar tetap mengutamakan keselamatan di jalan.

“Saya tetap berpesan tolong hati-hati di jalan, manfaatkan rest area, manfaatkan pos-pos terpadu yang bisa digunakan untuk beristirahat dan jangan buru-buru untuk cepat sampai namun kemudian membahayakan keselamatan diri maupun keselamatan pengguna jalan yang lain,” ujarnya.

Penguatan pengamanan ini diharapkan mampu memastikan kelancaran arus mudik dan balik Lebaran, sekaligus meminimalisir risiko kecelakaan maupun dampak bencana selama periode libur Idulfitri. (*)