Wamendikdasmen Tinjau Pembelajaran Mendalam di Bandung, Tekankan Implementasi Nyata di Kelas
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat meninjau langsung praktik Pembelajaran Mendalam di SMPN 5 dan SDN 001 Merdeka Bandung. Ia menekankan pentingnya implementasi konsisten di kelas agar pelatihan guru berdampak nyata bagi murid.
RINGKASAN BERITA:
-
Wamen Atip tekankan pelatihan guru harus diikuti implementasi nyata di kelas.
-
Murid SMPN 5 presentasikan proyek e-book “Sumatra: Hidden Wonders of Indonesia”.
-
Pembelajaran interaktif manfaatkan PID dan Kahoot untuk tingkatkan partisipasi murid.
RIAUCERDAS.COM, BANDUNG - Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat menegaskan bahwa pelatihan guru tidak cukup tanpa implementasi nyata di kelas saat meninjau praktik Pembelajaran Mendalam (PM) di SMPN 5 Bandung dan SDN 001 Merdeka Bandung, Senin (23/2/2026).
“Pelatihan saja tidak cukup jika belum diimplementasikan secara optimal. Kita ingin memastikan guru tidak hanya memahami konsepnya, tetapi juga mampu menerapkannya dalam proses pembelajaran sehari-hari,” ujar Atip.
Di SMPN 5 Bandung, Atip menyaksikan murid mata pelajaran Pendidikan Pancasila mempresentasikan proyek e-book bertema “Sumatra: Hidden Wonders of Indonesia”.
Proyek tersebut memuat sejarah, sastra, alat musik tradisional, busana adat, rempah-rempah, hewan, makanan, hingga tradisi dan budaya Sumatra.
Kegiatan ini dinilai melatih kolaborasi serta kemampuan pemecahan masalah.
Pendekatan interaktif juga terlihat pada pelajaran Bahasa Indonesia melalui konsep joyful learning dengan memanfaatkan Papan Interaktif Digital (PID).
Guru menggunakan aplikasi Kahoot untuk kuis benar atau salah yang diakses murid melalui gawai masing-masing, dilanjutkan pemutaran video materi teks prosedur dan diskusi unsur kebahasaan.
Dalam dialog bersama murid, Atip menekankan pentingnya pertanyaan pemantik untuk melibatkan peserta didik sejak awal pembelajaran.
Ia mengawali sesi dengan pertanyaan tentang Pulau Sumatra yang dijawab spontan oleh murid, lalu dikembangkan melalui ilustrasi dan penguatan materi secara kontekstual.
Menurutnya, Pembelajaran Mendalam membuat materi lebih bermakna.
“Pembelajaran mendalam memberikan informasi sekaligus inspirasi. Murid dapat mengetahui secara lebih mendalam dan memaknai apa yang disampaikan, sehingga mampu mengontekstualisasikan mata pelajaran,” ujarnya.
Kunjungan tersebut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung Asep Saeful Gufron dan Kepala BBGTK Jawa Barat Sugito Adiwarsito.
Kepala SDN 001 Merdeka, Sri Winggowati, menilai kunjungan tersebut sebagai bentuk perhatian pemerintah sekaligus evaluasi implementasi PM di lapangan.
Ia menyebut Wamen menekankan pentingnya penguasaan konsep, pertanyaan pemantik, serta penguatan pedagogik guru agar pembelajaran berlangsung bermakna dan menyenangkan.
Sementara itu, Kepala SMPN 5 Bandung Asep Hidayat menyebut kunjungan tersebut menjadi momentum refleksi dan motivasi bagi guru dan murid.
Ia menilai kehadiran pimpinan kementerian meningkatkan kepercayaan diri sekolah bahwa praktik Pembelajaran Mendalam yang diterapkan telah berada di jalur yang tepat.
Peninjauan ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah untuk memastikan implementasi Pembelajaran Mendalam berjalan efektif dan berdampak langsung terhadap kualitas pembelajaran di satuan pendidikan. (*)