Ikut Ujian PPG dari Rumah Sakit hingga Menyeberang Laut, 98 Ribu Guru Tunjukkan Dedikasi
Pelaksanaan Uji Pengetahuan (UP) PPG Dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2025 diikuti 98.036 guru binaan Kemenag. Sejumlah peserta tetap mengikuti ujian daring meski menghadapi kendala kesehatan, keterbatasan jaringan, hingga kondisi geografis sulit dijangkau.
RINGKASAN BERITA:
-
98.036 guru mengikuti UP PPG Dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2025.
-
Peserta tetap ujian dari rumah sakit, menjelang persalinan, hingga menyeberang laut demi sinyal.
-
Didukung 2.454 pengawas dan 56 LPTK di seluruh Indonesia.
RIAUCERDAS.COM, BANDUNG - Seorang guru mengikuti Uji Pengetahuan (UP) Pendidikan Profesi Guru (PPG) dari rumah sakit, peserta lain tetap mengerjakan ujian di tengah kontraksi menjelang persalinan, bahkan ada yang menyeberangi perairan demi mendapatkan sinyal internet.
Kisah-kisah ini mewarnai pelaksanaan UP PPG Dalam Jabatan Angkatan 4 Tahun 2025 yang diikuti 98.036 guru binaan Kementerian Agama.
Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Amien Suyitno, menegaskan bahwa pelaksanaan UP PPG tidak hanya bertujuan mengukur kompetensi, tetapi juga memastikan setiap guru memiliki kesempatan setara mengikuti proses sertifikasi profesi.
“Sistem pelaksanaan ujian yang dilakukan secara daring memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk tetap mengikuti tahapan asesmen meskipun berada di wilayah dengan keterbatasan infrastruktur jaringan atau dalam kondisi kesehatan tertentu,” ujar Amien saat meninjau pelaksanaan di UIN Bandung, Minggu (22/2/2026).
Kementerian Agama memberikan ruang akses lebih fleksibel bagi peserta yang menghadapi kendala jaringan internet, kondisi geografis sulit, hingga masalah kesehatan saat ujian berlangsung.
Dalam pelaksanaan di lapangan, pengawas mendapati peserta yang tetap mengikuti ujian dari wilayah dengan akses internet terbatas hingga dari rumah sakit dengan pendampingan pengawas secara daring.
Salah satu pengawas, Siti Halimah, mengungkapkan terdapat peserta yang mengikuti ujian dalam kondisi hamil besar dan telah mengalami kontraksi menjelang persalinan.
“Peserta tersebut tetap mengikuti ujian dengan penuh semangat meskipun harus menyesuaikan posisi duduk dan berdiri selama pelaksanaan karena kondisi fisik yang tidak lagi nyaman,” ujarnya.
Pengawas memberikan izin penyesuaian posisi agar peserta tetap dapat menyelesaikan ujian tanpa mengganggu kesehatan.
Selain itu, ada pula peserta yang mengikuti ujian sambil mendampingi bayinya di dalam ruangan karena tidak memungkinkan untuk ditinggalkan.
Halimah juga menceritakan pengalaman peserta di wilayah kepulauan yang harus menyeberang menggunakan perahu selama sekitar satu jam untuk mendapatkan akses internet demi mengikuti ujian.
Pendampingan oleh pengawas dilakukan untuk memastikan kendala teknis maupun kondisi pribadi peserta dapat diatasi tanpa mengurangi integritas asesmen.
Sistem pengawasan daring memungkinkan proses ujian tetap berjalan sesuai ketentuan.
UP PPG Angkatan 4 Tahun 2025 difasilitasi oleh 56 Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) dengan dukungan 2.454 pengawas dari berbagai daerah di Indonesia. (*)