Kemendikdasmen Perluas Akses Pendidikan, PKBM Bhayangkara Cianjur Terima Papan Interaktif Digital
Kemendikdasmen terus memperluas akses pendidikan melalui penguatan lembaga nonformal. Di Cianjur, PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang menerima Papan Interaktif Digital untuk mendukung pembelajaran yang lebih menarik dan inklusif.
RINGKASAN BERITA:
-
Pendidikan nonformal diperkuat sebagai bagian dari perluasan akses belajar
-
PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang menerima Papan Interaktif Digital
-
Lingkungan belajar aman dan menyenangkan ditekankan sejak usia dini
RIAUCERDAS.COM, CIANJUR - Upaya memperluas akses pendidikan di luar jalur sekolah formal terus diperkuat Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen).
Di Kabupaten Cianjur, aktivitas belajar anak usia dini hingga remaja tetap berlangsung di PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang sebagai bagian dari penguatan pendidikan nonformal yang inklusif.
Pengelola PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Sri Ningsih, menjelaskan lembaga yang dikelolanya melayani anak usia 5 hingga 7 tahun di PAUD, serta peserta didik PKBM berusia 17 hingga 20 tahun.
Sebagian besar peserta didik berasal dari keluarga petani penggarap dan tetap bersekolah di sela aktivitas membantu orang tua.
Dalam kondisi tersebut, pihak sekolah berupaya menjaga agar proses pembelajaran tetap berjalan dan relevan dengan kebutuhan peserta didik.
Salah satu dukungan yang diterima adalah bantuan Papan Interaktif Digital (PID) sebagai bagian dari program digitalisasi pembelajaran.
“Dengan adanya Papan Interaktif Digital ini, kami berharap anak-anak semakin semangat belajar. Cara belajarnya jadi lebih menarik dan materi yang dipelajari lebih beragam. Mudah-mudahan lulusan ke depan bisa lebih berkualitas,” ujar Sri Ningsih.
Dalam kunjungannya ke PKBM Bhayangkara dan PAUD Kunang-Kunang, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti berinteraksi langsung dengan murid dan guru, sekaligus mencoba pemanfaatan PID.
Anak-anak diajak menulis, mewarnai, dan menggambar menggunakan perangkat digital tersebut dalam suasana belajar yang cair dan penuh antusiasme.
Kedekatan Mendikdasmen dengan murid terlihat hingga akhir kunjungan. Ia mengajak anak-anak bernyanyi bersama lagu “Di Sini Senang, Di Sana Senang”, menciptakan suasana hangat di lingkungan sekolah.
“Semangat ya, rajin belajar. Semoga sekolahnya terus berjalan dan anak-anaknya terus maju,” pesan Abdul Mu’ti kepada para murid.
Lebih lanjut, Mendikdasmen menegaskan bahwa penguatan pendidikan tidak hanya dilakukan melalui sistem sekolah formal, tetapi juga melalui penguatan sistem belajar yang lebih luas.
“Kami memperkuat pendidikan tidak sekadar dengan sistem sekolah (schooling), tetapi juga dengan sistem belajar (learning). Pendidikan tidak hanya diselenggarakan di sekolah formal, tetapi juga di lembaga pendidikan nonformal dan informal,” ujarnya.
Penguatan akses pendidikan tersebut dilakukan melalui berbagai jalur, seperti kursus, program kesetaraan, sekolah satu atap, pendidikan jarak jauh, hingga pendidikan keluarga.
Dengan pendekatan ini, Kemendikdasmen berharap akses pendidikan semakin luas dan dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat.
Mendikdasmen juga menekankan pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, serta bebas dari kekerasan dan perundungan, terutama pada usia dini yang menjadi fondasi perkembangan anak di masa depan. (*)