Rp1,53 Triliun Digelontorkan, Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh Dipercepat
Kementerian PU mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh dengan anggaran Rp1,53 triliun. Program ini mendukung pemulihan pascabencana sekaligus memperkuat akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
RINGKASAN BERITA:
-
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh menelan anggaran Rp1,53 triliun dari APBN
-
Lokasi pembangunan tersebar di enam kabupaten/kota dengan target selesai 2026
-
Sekolah dilengkapi asrama, fasilitas digital, dan desain mitigasi bencana
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah pusat menggelontorkan anggaran sekitar Rp1,53 triliun untuk mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh.
Hal ini sebagai langkah strategis pemulihan pascabencana banjir bandang sekaligus memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.
Percepatan pembangunan tersebut dilakukan oleh Kementerian Pekerjaan Umum (PU) sebagai bagian dari upaya jangka panjang pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia sekolah.
Sekolah Rakyat tidak hanya dirancang sebagai fasilitas pendidikan, tetapi juga menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak bencana.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan bahwa pembangunan Sekolah Rakyat merupakan investasi strategis untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Infrastruktur pendidikan yang aman dan berkualitas, menurutnya, menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi yang berdaya saing.
“Infrastruktur pendidikan yang aman dan berkualitas menjadi fondasi utama untuk mencetak generasi yang berdaya saing,” ujar Dody Hanggodo, dikutip dari InfoPublik.id, Minggu (1/2/2026).
Pembangunan Sekolah Rakyat Tahap II di Aceh dilaksanakan melalui dua paket pekerjaan dengan sumber dana APBN Tahun Anggaran 2025–2026.
Paket pertama dikerjakan oleh konsorsium PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk dan PT Wijaya Karya (Persero) Tbk, sedangkan paket kedua dilaksanakan oleh PT Waskita Karya (Persero) Tbk.
Untuk Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 1, pembangunan dilakukan di Kabupaten Aceh Besar, Kabupaten Bireuen, dan Kota Lhokseumawe.
Hingga 30 Januari 2026, progres fisik tercatat 2,81 persen. Pekerjaan konstruksi dimulai pada 28 November 2025 dan ditargetkan rampung pada 25 Juli 2026.
Sementara itu, Sekolah Rakyat Provinsi Aceh 2 mencakup Kabupaten Nagan Raya, Kota Subulussalam, dan Kabupaten Aceh Singkil.
Progres fisik mencapai 1,70 persen, dengan masa pelaksanaan sejak 18 Desember 2025 hingga 14 Agustus 2026.
Program Sekolah Rakyat Tahap II merupakan kelanjutan dari 164 Sekolah Rakyat Rintisan Tahap I yang telah diselesaikan pada 2025.
Pembangunan dilakukan secara permanen di atas lahan seluas 5 hingga 10 hektare yang disiapkan oleh pemerintah daerah.
Setiap Sekolah Rakyat dilengkapi asrama siswa dan guru, ruang kelas berbasis teknologi, laboratorium keterampilan, perpustakaan, pusat pembelajaran digital, serta fasilitas pendukung seperti klinik kesehatan, dapur sehat, lapangan olahraga, dan ruang kegiatan ekstrakurikuler.
Seluruh bangunan dirancang dengan pendekatan mitigasi bencana untuk menjamin keamanan jangka panjang.
Secara nasional, Sekolah Rakyat Tahap II dibangun di 104 lokasi pada 32 provinsi dan 102 kabupaten/kota, dengan daya tampung lebih dari 112 ribu siswa jenjang SD, SMP, dan SMA. Program ini ditargetkan mulai dimanfaatkan pada tahun ajaran 2026/2027. (*)