24 Ribu Murid Pecahkan Rekor MURI Senam Anak Indonesia Hebat di Pamekasan

Puncak peringatan Hardiknas 2026 di Pamekasan berlangsung meriah setelah 24 ribu murid bersama Mendikdasmen Abdul Mu’ti memecahkan rekor MURI lewat Senam Anak Indonesia Hebat di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan.

May 24, 2026 - 17:38
 0
24 Ribu Murid Pecahkan Rekor MURI Senam Anak Indonesia Hebat di Pamekasan
Sebanyak 24 ribu murid memadati Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Minggu (24/5/2026).(Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Sebanyak 24 ribu murid memecahkan rekor MURI lewat Senam Anak Indonesia Hebat di Pamekasan.
  • Kemendikdasmen mendorong pembentukan karakter siswa melalui program 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.
  • Pamekasan dipercaya menjadi tuan rumah puncak peringatan Hardiknas tingkat Jawa Timur 2026.

RIAUCERDAS.COM, PAMEKASAN - Sebanyak 24 ribu murid memadati Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, dalam puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Minggu (24/5/2026).

Kegiatan tersebut berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) melalui pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) secara massal bersama Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti.

Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengapresiasi Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang dinilai konsisten mendukung kemajuan pendidikan.

“Kami mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Pamekasan yang terus berkomitmen memajukan sektor pendidikan. Pemecahan rekor MURI ini menjadi bukti nyata hadirnya partisipasi semesta guna mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua di wilayah Jawa Timur,” ujar Abdul Mu’ti.

Menurutnya, Kemendikdasmen terus menjalankan berbagai program untuk meningkatkan mutu pendidikan nasional, termasuk melalui revitalisasi satuan pendidikan dan digitalisasi pembelajaran.

Selain penguatan kualitas belajar, pemerintah juga mendorong pembentukan karakter murid melalui program Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH).

Program tersebut mencakup kebiasaan bangun pagi, beribadah, berolahraga, makan sehat dan bergizi, gemar belajar, bermasyarakat, serta tidur cepat.

“Kalau kita ingin membangun peradaban bangsa, maka harus dimulai dari pembentukan kebiasaan baik. Untuk itu, lakukanlah kebiasaan 7 KAIH agar menjadi generasi Indonesia yang hebat dan kelak mampu membawa Kabupaten Pamekasan menjadi lebih baik,” tuturnya.

Bupati Pamekasan Kholilurrahman menyebut pelaksanaan puncak Hardiknas tingkat Provinsi Jawa Timur menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Pamekasan.

Ia mengatakan daerahnya memiliki sekitar 500 lembaga pendidikan yang selama ini berperan dalam pembentukan karakter generasi muda.

Sektor pendidikan tidak hanya menjadi sarana transfer ilmu pengetahuan, tetapi juga wahana untuk membangun peradaban, membentuk akhlak, dan menanamkan sikap disiplin.

"Karena itu, kegiatan SAIH ini sangat sejalan dengan upaya kami untuk menciptakan sumber daya manusia (SDM) yang sehat, cerdas, dan berdaya saing,” ujar Kholilurrahman.

Senior Manajer MURI Triyono menilai kegiatan senam massal tersebut bukan sekadar aktivitas olahraga, tetapi juga bagian dari pembentukan budaya hidup sehat dan semangat kebersamaan.

“Ini bukan sekadar senam massal, namun sebagai simfoni kebangsaan yang mengajak untuk membangun sikap disiplin, kebersamaan, serta semangat hidup sehat sejak usia dini. Semoga kegiatan ini menjadi langkah awal yang berkelanjutan dalam menciptakan generasi Indonesia yang lebih sehat, disiplin, dan berkarakter,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Abdul Mu’ti bersama Bupati Pamekasan juga memberikan penghargaan kepada insan pendidikan yang berprestasi dan mengharumkan nama Kabupaten Pamekasan.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan menyanyikan lagu “Rukun Sama Teman” bersama seluruh peserta yang hadir di stadion. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow