Abdul Mu’ti Ajak 24 Ribu Murid Terapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat
Mendikdasmen Abdul Mu’ti mengajak 24 ribu peserta Hardiknas 2026 di Pamekasan menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat dan Ikrar Pelajar Indonesia sebagai bagian pembentukan karakter generasi menuju Indonesia Emas 2045.
RINGKASAN BERITA:
- Abdul Mu’ti mengajak 24 ribu murid menerapkan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat menuju Indonesia Emas 2045.
- Senam Anak Indonesia Hebat di Pamekasan memecahkan rekor MURI dengan peserta terbanyak di Indonesia.
- Guru dan orang tua dilibatkan untuk mendukung pembentukan karakter anak melalui 7 KAIH.
RIAUCERDAS.COM, PAMEKASAN - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengajak ribuan murid di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, memperkuat karakter dan disiplin melalui penerapan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) dan pembacaan Ikrar Pelajar Indonesia pada puncak peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026.
Ajakan tersebut disampaikan di hadapan lebih dari 24 ribu peserta yang mengikuti Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH) di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan, Minggu (24/5/2026).
Dalam sambutannya, Abdul Mu’ti menekankan pentingnya kerja keras dan kolaborasi untuk menciptakan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045.
“Indonesia Emas 2045 tidak akan terwujud tanpa ikhtiar yang sungguh-sungguh. Kita harus memiliki semangat, optimisme, dan kerja keras untuk melahirkan generasi Indonesia yang kuat, tangguh, dan berdaya saing global,” kata Abdul Mu’ti.
Ia juga mengingatkan pentingnya pendidikan karakter melalui pembiasaan positif dan penguatan nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah.
Menurutnya, murid harus membangun pola pikir maju, memiliki mental yang kuat, serta bersungguh-sungguh dalam belajar.
“Modal untuk menjadi generasi hebat kalian harus memiliki pola pikir yang maju, mental kuat, dan bersungguh-sungguh dalam belajar. Semoga di Kabupaten Pamekasan akan lahir generasi yang tidak hanya cerdas, namun juga berkarakter dan membawa bangsa Indonesia menjadi lebih baik,” ujarnya.
Selain mengajak peserta menerapkan 7 KAIH, Abdul Mu’ti juga mendorong siswa untuk menghormati orang tua dan guru, hidup rukun dengan teman, serta mencintai tanah air Indonesia.
Pelaksanaan SAIH tersebut mendapat sambutan antusias dari para peserta.
Salah satu murid SDN Larangan Badung 1, Adelia Rahmawati, mengaku senang dapat mengikuti senam massal bersama ribuan siswa lain dan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah.
“Suasana senam kali ini sangat beda dari yang biasa dilakukan di sekolah. Senang sekali bisa senam bersama di sini dan bertemu teman-teman dari sekolah lain,” ungkap Adelia.
Guru SDN Larangan Tokol 1, Masrafah, menilai kegiatan SAIH menjadi salah satu cara efektif membangun karakter peserta didik.
Ia mengatakan sekolahnya rutin melaksanakan SAIH setiap Jumat dan turut melibatkan orang tua dalam penerapan 7 KAIH di rumah.
“Puji syukur hari ini bisa hadir di Stadion Gelora Madura Ratu Pemelingan untuk senam bersama dan memecahkan rekor MURI. Murid kami yang ikut senam juga sangat antusias dan beberapa dari mereka tiba lebih awal untuk bersiap pada acara ini,” ucap Masrafah.
Kebahagiaan juga dirasakan para orang tua murid yang hadir mendampingi anak-anak mereka dalam kegiatan tersebut.
Wulandari Utami Putri, orang tua dari Shaquina Dynar Malaika, murid TK ABA Waru Pamekasan, mengaku bangga putrinya terlibat dalam pemecahan rekor MURI Senam Anak Indonesia Hebat.
“Bangga dan haru putri saya sangat bersemangat untuk ikut kegiatan ini pagi tadi. Dynar sangat hafal semua gerakan SAIH dan saya melihat langsung dampak positif tersebut untuk tumbuh kembang anak saya,” katanya.
Pelaksanaan Senam Anak Indonesia Hebat yang diikuti lebih dari 24 ribu murid itu sekaligus memecahkan rekor MURI sebagai kegiatan SAIH dengan peserta terbanyak di Indonesia. (*)
What's Your Reaction?