Sekolah Rusak Pascabencana, Pemerintah Siapkan 79 Tenda Belajar untuk Siswa Aceh
Pemerintah mempercepat pemulihan layanan pendidikan di Aceh pascabencana dengan menyiapkan puluhan tenda belajar darurat. Hingga 24 Januari 2026, sebanyak 50 tenda telah digunakan sebagai ruang kelas sementara, sementara puluhan lainnya sedang dipasang dan disiapkan untuk memperluas jangkauan layanan pendidikan bagi siswa terdampak.
RINGKASAN BERITA:
- Sebanyak 50 tenda belajar darurat sudah digunakan siswa di sembilan kabupaten di Aceh.
- Total 79 unit tenda telah disiapkan pemerintah, sebagian masih dalam proses pemasangan.
- Langkah ini ditempuh untuk mencegah learning loss pascabencana.
RIAUCERDAS.COM, ACEH - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus menggenjot pemulihan sektor pendidikan di wilayah Aceh yang terdampak bencana.
Salah satu langkah konkret dilakukan dengan menyediakan ruang kelas darurat berupa tenda belajar agar aktivitas belajar-mengajar tetap berjalan.
Berdasarkan data Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, hingga 24 Januari 2026 sebanyak 50 unit tenda belajar telah terpasang dan dimanfaatkan oleh peserta didik.
Selain itu, 14 unit tenda sudah terdistribusi dan sedang dalam tahap pemasangan, sementara 15 unit lainnya telah diterima Satgas untuk disiapkan.
Dengan perkembangan tersebut, total 79 unit tenda belajar telah disiapkan pemerintah sebagai bagian dari upaya menjaga keberlanjutan layanan pendidikan di tengah keterbatasan sarana pascabencana.
Puluhan tenda yang telah beroperasi tersebar di sembilan kabupaten, yakni :
- Aceh Tamiang sebanyak lima unit,
- Pidie Jaya lima unit,
- Bireuen tujuh unit,
- Aceh Utara 11 unit,
- Aceh Timur enam unit,
- Aceh Barat tiga unit,
- Nagan Raya tiga unit,
- Bener Meriah empat unit,
- Aceh Tengah enam unit
Tenda-tenda ini digunakan sebagai ruang kelas sementara menggantikan gedung sekolah yang rusak atau belum dapat difungsikan.
Keberadaan tenda belajar darurat dinilai penting untuk mencegah terjadinya jeda panjang proses pendidikan.
Pemerintah juga memastikan dukungan logistik serta koordinasi lintas sektor agar kegiatan pembelajaran berlangsung aman dan layak bagi siswa.
Sebagai tindak lanjut, Satgas bersama Kemendikdasmen masih merencanakan pemasangan tambahan 29 unit tenda belajar.
Distribusi akan difokuskan ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Tengah, Gayo Lues, dan Aceh Tenggara sesuai kebutuhan lapangan.
Langkah ini menegaskan komitmen pemerintah menempatkan pemulihan pendidikan sebagai prioritas utama pascabencana, seiring dengan rehabilitasi infrastruktur dan penguatan layanan publik lainnya, demi menjamin hak belajar anak-anak Aceh tetap terpenuhi. (*)