Kemendikdasmen Gandeng Media, Perkuat Sosialisasi PIP hingga Beasiswa Talenta

Kemendikdasmen menegaskan pentingnya sinergi dengan media massa untuk memastikan kebijakan pendidikan tersampaikan secara utuh dan akurat. Dalam dialog bersama media, dipaparkan penguatan PIP, perluasan ke PAUD pada 2026, hingga keberlanjutan Beasiswa Talenta Indonesia.

Kemendikdasmen Gandeng Media, Perkuat Sosialisasi PIP hingga Beasiswa Talenta
Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti saat Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa di Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026). (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemendikdasmen perkuat sinergi dengan media untuk sosialisasi kebijakan pendidikan.

  • PIP diperluas hingga PAUD mulai 2026 sebagai bagian Wajib Belajar 13 Tahun.

  • ADEM dan Beasiswa Talenta Indonesia dukung akses dan keberlanjutan pendidikan.

RIAUCERDAS.COM, TANGERANG - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat kolaborasi dengan media massa guna memastikan program dan kebijakan pendidikan tersampaikan secara utuh, akurat, dan mudah dipahami masyarakat.

Sinergi ini dinilai penting untuk mendukung pemerataan akses dan peningkatan mutu pendidikan nasional.

Melalui Biro Komunikasi dan Hubungan Masyarakat (BKHM), Kemendikdasmen menggelar Dialog Kebijakan Kemendikdasmen bersama Media Massa di Tangerang Selatan, Senin (2/3/2026).

Kegiatan tersebut menjadi ruang pertukaran informasi sekaligus penguatan kemitraan strategis antara pemerintah dan media.

Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menyampaikan apresiasi kepada Forum Wartawan Pendidikan (Fortadik) yang selama ini konsisten menyebarluaskan informasi dan kebijakan pendidikan.

“Karena peran media, Kemendikdasmen pada akhirnya dapat mengetahui apa yang terjadi di lapangan dan apa yang perlu kami tindak lanjuti,” ujar Suharti.

Dalam dialog tersebut, Suharti memaparkan sejumlah kebijakan strategis, mulai dari penguatan akses pendidikan bagi keluarga kurang mampu melalui Program Indonesia Pintar (PIP), Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM), hingga dukungan keberlanjutan pendidikan bagi murid berprestasi melalui Beasiswa Talenta Indonesia.

Sejak diluncurkan pada 2015, cakupan PIP terus meningkat signifikan.

Pada tahun terakhir, jumlah penerima mencapai sekitar 17,9 juta siswa, dengan satuan pendidikan penerima meningkat dari 1 juta menjadi 1,8 juta satuan pendidikan.

Mulai 2026, cakupan PIP diperluas hingga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sebagai bagian dari komitmen pelaksanaan Wajib Belajar 13 Tahun.

Kebijakan ini bertujuan agar anak dari keluarga kurang mampu dapat mengakses PAUD minimal satu tahun sebelum masuk sekolah dasar.

“Dengan melebarnya cakupan ini, harapannya semakin banyak anak-anak dari keluarga kurang mampu yang bisa mengakses pendidikan usia dini satu tahun sebelum sekolah dasar, dan menjadi lebih siap karena terbiasa dengan ritme pembelajaran di sekolah,” jelas Suharti.

Selain itu, program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) terus diperkuat untuk menyasar anak-anak dari daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), Orang Asli Papua (OAP), serta anak pekerja migran Indonesia.

Program ini dirancang membuka akses pendidikan menengah berkualitas sekaligus mendorong penerima manfaat berkontribusi bagi daerah asalnya.

Kemendikdasmen juga memastikan keberlanjutan murid berprestasi melalui Beasiswa Talenta Indonesia yang memberikan peluang melanjutkan pendidikan tinggi di dalam maupun luar negeri.

Program ini menjadi bagian penguatan talenta unggul agar prestasi tidak berhenti di ajang kompetisi, melainkan berlanjut hingga pendidikan tinggi dan kontribusi nyata bagi bangsa.

Dialog tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi publik yang terbuka, transparan, dan kolaboratif, sehingga setiap kebijakan pendidikan dapat menjangkau dan memberi manfaat bagi seluruh anak Indonesia. (*)