Puluhan Hotspot Muncul di Riau, Bengkalis Terbanyak di Tengah 480 Titik Panas Sumatera
BMKG mencatat ratusan titik panas terdeteksi di Pulau Sumatera, dengan 29 di antaranya berada di Provinsi Riau. Kabupaten Bengkalis tercatat sebagai wilayah dengan hotspot terbanyak. Kondisi ini menandakan potensi kebakaran hutan dan lahan masih perlu diwaspadai, meskipun cuaca di Riau diprakirakan relatif cerah dengan peluang hujan ringan bersifat lokal.
RINGKASAN BERITA:
- Total 480 hotspot terpantau di Sumatera, Riau menyumbang 29 titik.
- Bengkalis menjadi daerah terbanyak di Riau dengan 9 hotspot.
- BMKG ingatkan risiko karhutla tetap tinggi meski cuaca relatif cerah.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Aktivitas titik panas kembali terpantau di wilayah Sumatera.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 480 hotspot terdeteksi berdasarkan pemantauan terbaru, dengan Provinsi Riau menyumbang 29 titik panas yang tersebar di sejumlah daerah.
Forecaster on Duty BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru, Indah DN, menyampaikan bahwa Kabupaten Bengkalis menjadi wilayah dengan jumlah hotspot terbanyak di Riau, yakni 9 titik.
Posisi berikutnya ditempati Kabupaten Indragiri Hilir dengan 8 titik, disusul Kota Dumai sebanyak 5 titik.
“Hotspot lainnya terpantau di Kabupaten Rokan Hilir sebanyak 3 titik, serta masing-masing satu titik di Rokan Hulu, Indragiri Hulu, Kampar, dan Pelalawan,” jelas Indah.
Secara regional, sebaran titik panas di Sumatera masih didominasi provinsi lain.
Aceh tercatat sebagai wilayah dengan hotspot terbanyak, yakni 175 titik, diikuti Sumatera Barat 106 titik dan Sumatera Utara 81 titik.
BMKG menilai, meskipun cuaca di Riau diprakirakan relatif cerah dengan potensi hujan ringan yang bersifat lokal.
Kemunculan puluhan hotspot menjadi indikator bahwa risiko kebakaran hutan dan lahan masih tetap ada, terutama di daerah dengan lahan terbuka dan suhu siang hari yang tinggi.
Seiring kondisi tersebut, BMKG mengimbau pemerintah daerah bersama masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan memperkuat langkah pencegahan dini.
Warga juga diminta tidak melakukan pembakaran lahan karena berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas. (*)