Pascabanjir, 8 Ruang Kelas Darurat di SMKN 1 Peusangan Bireuen Diresmikan

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti meresmikan delapan ruang kelas darurat di SMKN 1 Peusangan, Bireuen, Aceh, sebagai bagian dari pemulihan layanan pendidikan pascabencana banjir.

Pascabanjir, 8 Ruang Kelas Darurat di SMKN 1 Peusangan Bireuen Diresmikan
Siswa SMAN 1 Peusangan, Bireuen tengah berada di ruang kelas darurat yang dibangun Kemendikdasmen pascabanjir di kawasan itu. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Mendikdasmen meresmikan 8 Ruang Kelas Darurat di SMKN 1 Peusangan, Bireuen.
  • RKD dibangun untuk memulihkan proses belajar setelah banjir November 2025.
  • Total ada 15 RKD yang dibangun di lima sekolah di Kabupaten Bireuen.

RIAUCERDAS.COM, BIREUEN - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti meresmikan delapan Ruang Kelas Darurat (RKD) di SMK Negeri 1 Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh.

Pembangunan ruang kelas sebagai bagian dari upaya pemulihan layanan pendidikan pascabencana banjir yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.

Pembangunan RKD tersebut dilakukan oleh Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk memastikan proses belajar mengajar di sekolah dapat kembali berjalan dengan lebih baik.

Kepala SMK Negeri 1 Peusangan, Faisal, mengatakan kehadiran delapan ruang kelas darurat memberikan dampak besar bagi kelangsungan kegiatan belajar mengajar di sekolahnya.

Menurutnya, sebelum adanya RKD, proses pembelajaran harus menyesuaikan dengan kondisi ruang kelas yang terdampak bencana sehingga kegiatan belajar menjadi kurang ideal.

“Kami sangat bersyukur atas hadirnya delapan RKD yang memungkinkan murid kembali belajar dengan lebih fokus dan tertib. Ruang belajar yang layak sangat penting agar proses pendidikan dapat berjalan optimal,” ujar Faisal.

Ia berharap fasilitas RKD dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh warga sekolah dan menjadi langkah awal bagi pemulihan sarana pendidikan di SMK Negeri 1 Peusangan.

Respons positif juga disampaikan salah satu siswi sekolah tersebut, Farah Salsabila. Ia mengaku senang dengan hadirnya ruang kelas darurat yang membuat proses belajar lebih nyaman.

“Hadirnya RKD ini menjadi semangat baru kami untuk terus belajar. Semoga ke depan fasilitas lain seperti laboratorium dan komputer juga bisa kembali tersedia,” ujarnya.

Siswi lainnya, Mauli Dina, juga menyampaikan terima kasih kepada pemerintah atas perhatian terhadap pemulihan pendidikan di sekolahnya.

Menurutnya, kehadiran RKD menjadi motivasi baru bagi siswa untuk bangkit dan tetap semangat belajar setelah bencana.

Menanggapi hal tersebut, Menteri Abdul Mu’ti menegaskan bahwa pembangunan RKD merupakan langkah cepat pemerintah untuk memastikan layanan pendidikan tetap berjalan di tengah kondisi darurat.

“Semangat belajar harus tetap terjaga. Kehadiran delapan RKD ini merupakan upaya mempercepat pemulihan layanan pendidikan sekaligus membangkitkan semangat belajar para siswa setelah musibah banjir di Kabupaten Bireuen,” ujarnya saat kunjungan pada Selasa (10/3/2026).

Sebagai informasi, total terdapat 15 ruang kelas darurat yang dibangun di Kabupaten Bireuen dan tersebar di lima sekolah.

Selain delapan RKD di SMK Negeri 1 Peusangan, dua ruang kelas darurat juga dibangun di SMA Negeri 1 Peusangan Siblah Krueng, dua RKD di SMA Negeri 1 Peusangan, satu RKD di SMA Negeri 2 Kutablang, serta dua RKD di SMAS Terpadu Al-Furqan. (*)