Simulasi TKA Kembali Normal, Kemendikdasmen Pastikan Sistem Siap Layani 9 Juta Peserta
Simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali berjalan normal setelah kendala teknis berhasil diatasi. Kemendikdasmen memastikan sistem semakin stabil dan siap mengakomodasi lebih dari 9 juta peserta dari jenjang SD dan SMP.
RINGKASAN BERITA:
- Simulasi TKA kembali normal setelah gangguan teknis berhasil ditangani.
- Sistem diuji menyeluruh, termasuk kapasitas server dan stabilitas jaringan.
- Jumlah pendaftar mencapai lebih dari 9 juta peserta dari jenjang SD dan SMP.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan simulasi Tes Kemampuan Akademik (TKA) kembali berjalan normal setelah kendala teknis yang sempat memicu penyesuaian jadwal berhasil ditangani.
Sistem kini dinyatakan stabil dan dapat digunakan kembali secara optimal untuk mendukung persiapan pelaksanaan utama.
Simulasi ini merupakan bagian dari tahapan uji coba untuk memastikan kesiapan sistem, infrastruktur teknologi, serta alur layanan sebelum TKA dilaksanakan secara resmi.
Pengujian dilakukan menyeluruh, mulai dari kapasitas server, kestabilan jaringan, hingga kemampuan sistem merespons lonjakan akses pengguna secara bersamaan.
Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan, Toni Toharudin, menyebut tingginya partisipasi masyarakat menjadi perhatian utama pemerintah.
“Kami menyadari animo masyarakat yang sangat besar dalam mengikuti Tes Kemampuan Akademik (TKA), sehingga kami terus berkomitmen bahwa kesiapan layanan akan terus menjadi prioritas," ujar Toni dalam keterangan yang disampaikan di Jakarta.
Sementara itu, Kepala Pusat Asesmen Pendidikan, Rahmawati, menegaskan pentingnya simulasi sebagai sarana penguatan sistem sebelum digunakan secara luas.
“Simulasi ini memang dirancang untuk menguji sistem secara nyata, sehingga kita dapat menemukan pola dari sejumlah besar data yang akan kita gunakan untuk pelaksanaan TKA. Kami terus berupaya memastikan kesiapan sistem agar murid dapat melaksanakan TKA dengan nyaman,” ujarnya di Jakarta (25/2/2026).
Pusat Asesmen Pendidikan disebut terus melakukan pemantauan serta optimalisasi sistem, termasuk peningkatan kapasitas server dan penyempurnaan mitigasi risiko.
Upaya ini dilakukan seiring tingginya minat peserta yang mencapai 9.038.281 pendaftar dari jenjang SD dan SMP.
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) juga mengimbau masyarakat dan satuan pendidikan tetap tenang serta mengikuti informasi resmi melalui kanal komunikasi kementerian.
Hasil evaluasi simulasi akan menjadi dasar penyempurnaan layanan asesmen pendidikan nasional. (*)