Pemko Pekanbaru Mulai Perbaikan Instalasi Listrik Gratis untuk Warga Miskin, Target 2.000 Rumah
Pemko Pekanbaru mulai menjalankan program inspeksi dan perbaikan instalasi listrik gratis bagi warga kurang mampu guna mencegah kebakaran rumah. Program yang digagas Wali Kota Agung Nugroho itu diawali dengan pemeriksaan 100 rumah di kawasan padat penduduk Jalan Kopi.
RINGKASAN BERITA:
- Pemko Pekanbaru menargetkan perbaikan instalasi listrik di sekitar 2.000 rumah warga.
- Sebanyak 85 persen kasus kebakaran di Pekanbaru disebut dipicu sambungan listrik.
- Penggantian kabel dan MCB untuk warga kurang mampu akan dibiayai penuh pemerintah kota.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mulai menjalankan program inspeksi dan perbaikan instalasi listrik gratis bagi masyarakat kurang mampu sebagai langkah menekan risiko kebakaran permukiman.
Program tersebut ditargetkan menjangkau sekitar 2.000 rumah warga di kawasan padat penduduk.
Tahap awal kegiatan dimulai di Jalan Kopi, Kelurahan Sukaramai, Kecamatan Pekanbaru Kota, Jumat (29/5/2026), dengan menyasar 100 rumah dan bangunan.
Inspeksi dipimpin Pelaksana Harian Asisten II Setdako Pekanbaru, Zulhelmi Arifin, bersama jajaran terkait serta melibatkan PLN dan Asosiasi Kontraktor Listrik Indonesia (AKLI).
"Kita tindaklanjuti perintah bapak wali kota, karena belakangan meningkatnya kebakaran di Pekanbaru. Sekitar 85 persen diakibatkan oleh sambungan listrik," kata Zulhelmi Arifin.
Program tersebut merupakan gagasan Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho dalam rangkaian Hari Jadi ke-242 Kota Pekanbaru sekaligus bentuk antisipasi meningkatnya kasus kebakaran rumah beberapa waktu terakhir.
Menurut Zulhelmi, pemeriksaan dilakukan mulai dari jaringan listrik PLN, meteran, hingga instalasi di dalam rumah warga.
Tim juga mengecek kondisi kabel, sambungan listrik, dan stopkontak yang berpotensi menyebabkan korsleting.
Ia menyebut penggunaan stopkontak bertumpuk serta sambungan kabel yang tidak sesuai standar menjadi salah satu penyebab kebakaran yang sering ditemukan di permukiman warga.
Selain itu, instalasi listrik yang sudah tua maupun kabel rusak akibat usia dan gangguan hewan juga menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut.
Dari hasil inspeksi nantinya akan diketahui material instalasi listrik mana yang masih layak digunakan dan mana yang harus diganti.
"Baik inspeksi, ganti kabel, ganti MCB, dan yang lain-lain akan dibiayai penuh Pemko. Untuk masyarakat mampu, material biaya nya dari mereka dan inspeksi gratis dari kita," kata dia.
Sementara bagi warga kurang mampu yang tinggal di rumah petak sewa, biaya penggantian material akan menjadi tanggung jawab pemilik rumah.
"Kita memberi perlindungan dan menjamin masyarakat, dengan upaya antisipasi ini," ujar pria yang akrab disapa Ami ini.
Program tersebut melibatkan sejumlah organisasi perangkat daerah, di antaranya Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), Dinas Sosial, PLN, dan AKLI.
Sebelumnya, Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho telah meminta kawasan padat penduduk, khususnya lingkungan masyarakat miskin yang sulit dijangkau mobil pemadam kebakaran, menjadi prioritas penanganan.
"Nanti, program tersebut akan kami diperluas. Wali Kota Pekanbaru telah menginstruksikan penganggaran program hingga menjangkau sekitar 2.000 rumah warga," tutupnya. (*)