Mahasiswa Kukerta Unri Olah Limbah Tongkol Jagung Jadi Briket Ramah Lingkungan di Benai Kecil
Mahasiswa Kukerta Universitas Riau mengembangkan briket berbahan baku limbah tongkol jagung di Desa Benai Kecil sebagai alternatif bahan bakar sekaligus upaya mengurangi limbah pertanian yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
RINGKASAN BERITA:
- Mahasiswa Kukerta Unri mengolah limbah tongkol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan.
- Inovasi ini memanfaatkan limbah pertanian yang sebelumnya banyak dibakar menjadi produk yang memiliki nilai guna.
- Briket hasil produksi dibagikan kepada masyarakat Desa Benai Kecil yang antusias mempelajari proses pembuatan dan manfaatnya.
RIAUCERDAS.COM, KUANTAN SINGINGI - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Universitas Riau (Unri) Tahun 2026 memperkenalkan inovasi pemanfaatan limbah tongkol jagung menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif di Desa Benai Kecil.
Program yang dilaksanakan bersama masyarakat tersebut bertujuan meningkatkan nilai guna limbah pertanian sekaligus mengurangi kebiasaan pembakaran sisa panen.
Kegiatan ini dilaksanakan di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) Nurdiansyah, M.Pd.
Gagasan pembuatan briket muncul setelah mahasiswa mengamati besarnya potensi budidaya jagung di Desa Benai Kecil dan wilayah sekitarnya, sementara limbah tongkol jagung sebagian besar belum dimanfaatkan dan hanya dibakar.
Pengumpulan bahan baku dimulai pada 29 Juni 2026.
Selain berasal dari Desa Benai Kecil, tongkol jagung juga dikumpulkan dari wilayah Desa Talontam yang memiliki ketersediaan limbah cukup banyak.
Setelah seluruh bahan terkumpul, mahasiswa memulai proses pembuatan briket pada 4 Juli 2026.
Tahapan yang dilakukan meliputi pengeringan, pembakaran tongkol jagung hingga menjadi arang, penghalusan bahan, pencampuran dengan perekat, pencetakan, hingga proses pengeringan briket.
Program tersebut menjadi salah satu bentuk penerapan inovasi sederhana dalam mengolah limbah pertanian menjadi produk yang memiliki nilai guna.
Selain menghasilkan bahan bakar alternatif, kegiatan ini juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pemanfaatan limbah pertanian yang lebih produktif dan ramah lingkungan.
Briket yang telah selesai diproduksi kemudian dibagikan kepada masyarakat Desa Benai Kecil pada 31 Juli 2026.
Warga menunjukkan antusiasme terhadap hasil inovasi tersebut, terutama dengan menanyakan proses pembuatan serta manfaat briket sebagai alternatif bahan bakar.
Salah seorang masyarakat Desa Benai Kecil, Inus, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan yang dilakukan mahasiswa Kukerta Unri 2026.
Menurutnya, inovasi tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pemanfaatan limbah tongkol jagung yang selama ini belum dimanfaatkan secara maksimal.
“Selama ini tongkol jagung biasanya hanya dibakar atau dibiarkan begitu saja. Setelah melihat hasil briket yang dibuat oleh mahasiswa Kukerta, kami jadi mengetahui bahwa limbah tersebut dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat,” ujar Inus.
Ia juga berharap kegiatan tersebut dapat memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi contoh pemanfaatan limbah pertanian yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
“Briket ini menarik karena dibuat dari bahan yang mudah ditemukan di sekitar desa. Semoga ke depan masyarakat dapat mencoba membuat dan memanfaatkannya,” tambahnya.
Melalui program ini, Ketua Kukerta Unri 2026 Desa Benai Kecil, Demseh Sepindo berharap masyarakat dapat terus mengembangkan pemanfaatan limbah tongkol jagung sehingga tidak hanya membantu mengurangi limbah pertanian, tetapi juga meningkatkan pemanfaatan sumber daya lokal menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat Desa Benai Kecil. (rls)