IPB University Kembangkan Drone Berbasis AI yang Bekerja Layaknya Segerombolan Lebah untuk Indoor Farming Presisi
Dua dosen IPB University mengembangkan teknologi swarm drone berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mendukung sistem indoor farming yang lebih presisi dan efisien. Inovasi ini memungkinkan pemantauan tanaman secara real-time serta pengambilan keputusan berbasis data guna meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil pertanian.
RINGKASAN BERITA:
-
Dosen IPB University mengembangkan swarm drone berbasis AI untuk mendukung indoor farming.
-
Drone dilengkapi kamera multispektral dan sensor IoT untuk analisis tanaman secara real-time.
-
Teknologi ini membantu pengambilan keputusan cepat dan meningkatkan produktivitas pertanian.
RIAUCERDAS.COM , BOGOR - Teknologi drone dan kecerdasan buatan (AI) kini dimanfaatkan untuk memperkuat sistem pertanian presisi.
Dua dosen Program Studi Ilmu Komputer, Sekolah Sains Data, Matematika, dan Informatika (SSMI) IPB University, Dr Karlisa Priandana dan Dr Medria Kusuma Dewi Hardhienata, mengembangkan inovasi swarm drone untuk mendukung indoor farming.
Pengembangan swarm drone ini difokuskan untuk membantu pemantauan atau surveillance di lingkungan indoor farming.
Dr Karlisa menjelaskan, teknologi tersebut dirancang sebagai sekumpulan drone kecil yang bekerja secara terkoordinasi layaknya koloni lebah.
“Swarm drone ini awalnya kami kembangkan untuk membantu pelaksanaan pemantauan atau surveillance untuk indoor farming. Swarm drone dirancang sebagai sekumpulan drone kecil yang mampu bekerja secara koordinatif layaknya segerombolan lebah,” ujarnya dikutip dari laman IPB University, kamis (5/3/2026).
Indoor farming sendiri merupakan metode budi daya yang tidak lagi bergantung pada cuaca dan iklim karena seluruh variabel seperti suhu, cahaya, dan kelembapan dapat dikendalikan.
Kondisi tersebut menuntut pemantauan tanaman secara berkelanjutan.
Selama ini, pemantauan mengandalkan kamera atau sensor statis. Namun perangkat tersebut berisiko mengalami gangguan atau kerusakan.
Swarm drone kemudian difungsikan sebagai sistem cadangan agar proses pemantauan tetap berjalan optimal.
Setiap drone dilengkapi kamera multispektral serta sensor lingkungan yang terintegrasi dengan sistem internet of things (IoT).
Teknologi ini memungkinkan pengumpulan data kondisi tanaman secara menyeluruh dan akurat.
Dr Medria menambahkan, seluruh data yang dikumpulkan dikirimkan secara real-time ke komputer pusat untuk dianalisis menggunakan model AI.
Hasil analisis tersebut menjadi dasar pengambilan keputusan yang cepat dan tepat oleh petani atau operator.
“Hasil analisis ini membantu petani atau operator mengambil keputusan secara cepat, akurat, dan berbasis data sehingga produktivitas dan kualitas tanaman dapat meningkat,” jelasnya.
Drone juga mampu mengambil citra berbagai jenis tanaman yang kemudian dianalisis menggunakan algoritma cerdas untuk mengidentifikasi jenis tanaman secara otomatis.
Sistem komunikasi berbasis AI memungkinkan drone saling berinteraksi, mengatur formasi, serta menyesuaikan posisi tanpa bertabrakan, termasuk di ruang indoor farming yang terbatas.
Ke depan, teknologi swarm drone diharapkan dapat meningkatkan efisiensi pertanian modern sekaligus mendorong praktik budi daya yang lebih ramah lingkungan.
Pemanfaatan teknologi berbasis data ini juga diyakini berkontribusi terhadap peningkatan kesejahteraan petani. (*)