Sekolah Rakyat Disebut Jembatan Emas bagi Anak Keluarga Rentan

Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto disebut merupakan langkah nyata menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan. Program ini dinilai sejalan dengan pengamalan sila kelima Pancasila.

Sekolah Rakyat Disebut Jembatan Emas bagi Anak Keluarga Rentan
Wamendikdasmen, Fajar Riza Ul Haq saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Cibadak, Sukabumi. (Sumber: Kemendikdasemen)

RINGKASAN BERITA:

  • Program Sekolah Rakyat disebut sebagai program unggulan Presiden yang memperluas akses pendidikan bagi anak dari keluarga rentan.
  • Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq menilai Sekolah Rakyat menjadi “jembatan emas” bagi siswa untuk meraih masa depan melalui pendidikan.
  • Sekitar 100 siswa di SRMP 7 Sukabumi saat ini mengikuti pendidikan dengan fasilitas negara.

RIAUCERDAS.COM, SUKABUMI - Kunjungan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Fajar Riza Ul Haq, ke Sekolah Rakyat di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, menegaskan pentingnya program pendidikan tersebut sebagai peluang besar bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mengubah masa depan melalui pendidikan.

Dalam kesempatan itu, Fajar menilai program Sekolah Rakyat yang digagas Presiden Prabowo Subianto merupakan langkah nyata menghadirkan keadilan sosial di bidang pendidikan.

Program ini dinilai sejalan dengan pengamalan sila kelima Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia, melalui perluasan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga rentan.

Menurut Fajar, Sekolah Rakyat menjadi bukti kehadiran negara dalam menjamin setiap anak, termasuk yang berasal dari latar belakang sosial ekonomi berat, tetap memiliki kesempatan untuk belajar dan meraih masa depan yang lebih baik.

“Sekolah Rakyat ini adalah jembatan emas bagi adik-adik yang diinisiasi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto. Gunakan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya agar kelak menjadi orang hebat yang bisa membanggakan orang tua dan membantu sesama,” ujar Wamen Fajar saat mengunjungi Sekolah Rakyat di Cibadak, Kabupaten Sukabumi, Jumat (6/3/2026).

Saat itu Fajar sekaligus berdialog dengan Kepala Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 7 Sukabumi, Ihsan Alma’ruf, dan menyapa langsung para siswa di kelas.

Dalam dialog tersebut, Wamen Fajar menanyakan aktivitas belajar para siswa.

Salah seorang siswa menyampaikan bahwa mereka sedang mempelajari koding sebagai bagian dari pembelajaran yang mempersiapkan keterampilan masa depan.

Fajar mengaku terkesan dengan semangat belajar dan cita-cita para siswa.

Dalam percakapan itu, sejumlah siswa mengungkapkan impian mereka, mulai dari melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama, menjadi dokter, hingga ada yang bercita-cita belajar ke Jepang dan Inggris untuk mendalami industri sepak bola.

“Cita-cita adik-adik ini luar biasa. Jangan pernah ragu bermimpi besar. Terus belajar, karena masa depan bisa diraih oleh siapa saja yang mau berusaha. Keberhasilan tidak ditentukan oleh latar belakang keluarga, melainkan oleh karakter dan kebiasaan baik. Ciri orang sukses adalah rajin belajar, disiplin, kerja keras, jujur, taat beribadah, serta memiliki semangat membantu sesama,” tutur Wamen Fajar.

Pada kesempatan itu, ia juga mengingatkan pentingnya penerapan program prioritas Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, yakni 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat (7 KAIH) serta Senam Anak Indonesia Hebat (SAIH).

Menurutnya, sistem sekolah berasrama di Sekolah Rakyat memungkinkan kedua program tersebut diterapkan secara konsisten.

Sementara itu, Kepala Sekolah SRMP 7 Sukabumi, Ihsan Alma’ruf, menyampaikan bahwa saat ini terdapat sekitar 100 siswa pada jenjang SMP yang berasal dari berbagai kecamatan.

Ia menjelaskan bahwa para siswa yang sebelumnya berasal dari keluarga rentan kini mulai menunjukkan peningkatan rasa percaya diri.

Mereka juga memperoleh lingkungan belajar yang lebih kondusif dengan dukungan fasilitas pendidikan dari negara.

Menutup kunjungannya, Fajar kembali memberikan motivasi kepada para siswa agar memanfaatkan peluang pendidikan tersebut dengan sungguh-sungguh.

“Adik-adik di sini memiliki kesempatan yang sangat berharga. Belajarlah sungguh-sungguh, raih cita-cita setinggi mungkin, dan kelak jadilah orang yang bisa membantu sesama serta memberi manfaat bagi bangsa,” pesan Fajar. (*)