TKA Tetap Lancar di Daerah Terdampak Bencana, Partisipasi Siswa Nyaris 100 Persen

Pelaksanaan TKA SMP gelombang pertama berjalan lancar di berbagai daerah, termasuk wilayah terdampak bencana. Tingkat partisipasi siswa bahkan mencapai hampir 100 persen berkat kolaborasi lintas pihak.

TKA Tetap Lancar di Daerah Terdampak Bencana, Partisipasi Siswa Nyaris 100 Persen
Sejumlah siswa SMP tengah menjalani Tes Kemampuan Akademik atau TKA 2026. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • TKA tetap digelar di daerah bencana, bahkan menggunakan tenda darurat.
  • Tingkat kehadiran siswa di sejumlah daerah mencapai hampir 100 persen.
  • Kolaborasi lintas pihak jadi kunci kelancaran pelaksanaan secara nasional.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang SMP gelombang pertama menunjukkan ketahanan sistem pendidikan nasional, dengan tetap berlangsung optimal bahkan di daerah terdampak bencana.

Tingginya partisipasi siswa menjadi indikator kuat keberhasilan kolaborasi antara pemerintah, sekolah, dan masyarakat.

Di Provinsi Aceh, misalnya, pelaksanaan TKA hari kedua tetap berjalan baik meski sejumlah wilayah menghadapi keterbatasan akibat bencana.

Pemantauan Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) bersama dinas pendidikan setempat mencatat tingkat kehadiran siswa sangat tinggi.

“Secara umum pelaksanaan TKA hari kedua berjalan lancar. Partisipasi siswa sangat tinggi, bahkan di banyak satuan pendidikan tingkat kehadiran mencapai hampir 100 persen,” ujar Kepala BPMP Provinsi Aceh, Syafran, Rabu (8/4/2026).

Di Kabupaten Pidie Jaya, keterbatasan fasilitas tidak menghalangi pelaksanaan asesmen.

TKA di SMP Negeri 1 Meurah Dua bahkan digelar di tenda darurat karena sekolah masih terdampak lumpur. Kekurangan perangkat diatasi dengan meminjam dari guru maupun sekolah lain.

“Kondisi ini menunjukkan semangat dan komitmen yang luar biasa dari sekolah, guru, dan siswa untuk tetap melaksanakan pembelajaran dan asesmen, meskipun dalam situasi terbatas,” tambahnya.

Situasi serupa terjadi di Kabupaten Aceh Tamiang. Kendala teknis yang muncul dapat segera ditangani berkat kerja sama berbagai pihak.

“Hari pertama dan kedua, kami telah melaksanakan TKA. Alhamdulillah berjalan dengan lancar walaupun pasti ada kendala teknis yang terjadi karena wilayah terdampak bencana, namun sangat cepat diatasi dengan kolaborasi Dinas Pendidikan dan UPT Kemendikdasmen di Aceh,” kata Abdul Jalil, Kepala SMP Negeri 1 Kuala Simpang.

Sementara itu di Sumatra Selatan, pelaksanaan TKA berlangsung tanpa hambatan berarti.

Sejumlah sekolah di Ogan Ilir, Palembang, dan Ogan Komering Ilir menunjukkan kesiapan sarana prasarana serta pengawasan yang baik selama ujian berlangsung.

Kepala SMP Negeri 6 Kayuagung, Evi Febriastuti, memastikan pelaksanaan TKA di sekolahnya berjalan optimal.

BACA JUGA: TKA di Bandung Berjalan Lancar, Wamendikdasmen Tegaskan Bukan Penentu Kelulusan

“Alhamdulillah pelaksanaan TKA berjalan lancar dan soal-soal tampil dengan baik tanpa hambatan sama sekali. TKA ini bertujuan untuk mengukur capaian individu peserta didik, memberikan capaian hasil belajar secara objektif,” paparnya.

Dukungan juga datang dari pemerintah daerah di berbagai wilayah, termasuk Kepulauan Bangka Belitung.

Bupati Bangka Tengah, Algafry Rahman, menilai TKA sebagai instrumen penting dalam mengukur kualitas pendidikan.

“Jika dikaitkan dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM), hasil TKA juga mencerminkan kualitas sekolah yang berbanding lurus dengan mutu sumber daya manusianya,” paparnya.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bangka Selatan, Anshori, yang menegaskan kesiapan daerah melalui penyusunan regulasi teknis, penyediaan logistik, hingga sosialisasi kepada masyarakat.

Di Kota Denpasar, pelaksanaan TKA perdana diikuti 11.071 siswa dari sekolah negeri dan swasta.

Kelancaran ini didukung oleh persiapan matang dan sosialisasi yang dilakukan sejak awal.

“Sosialisasi telah dilakukan jauh-jauh hari sebelumnya, baik kepada murid maupun orang tua, agar murid SMP di Kota Denpasar dapat mengikuti TKA dengan baik dan lancar,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Gede Wiratama.

Secara nasional, pelaksanaan TKA gelombang pertama memperlihatkan kesiapan satuan pendidikan serta kuatnya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah.

Ke depan, Kemendikdasmen akan terus melakukan evaluasi untuk memastikan pelaksanaan berikutnya berjalan lebih optimal dan memberikan manfaat bagi peningkatan mutu pendidikan. (*)