TKA di Bandung Berjalan Lancar, Wamendikdasmen Tegaskan Bukan Penentu Kelulusan

Wamendikdasmen Atip Latipulhayat memastikan pelaksanaan TKA di Bandung berjalan sesuai prosedur. Ia menegaskan TKA bukan penentu kelulusan, melainkan untuk mengukur kemampuan akademik siswa.

TKA di Bandung Berjalan Lancar, Wamendikdasmen Tegaskan Bukan Penentu Kelulusan
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat meninjau pelaksanaan TKA di SMPN 7 Kota Bandung, Rabu (842026). (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Wamendikdasmen tegaskan TKA bukan penentu kelulusan siswa.
  • Infrastruktur internet sekolah ditingkatkan hingga 500 Mbps demi kelancaran tes.
  • Kisah siswa tetap ikut TKA meski pasca operasi menunjukkan semangat tinggi.

RIAUCERDAS.COM, BANDUNG - Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Kota Bandung mendapat perhatian langsung dari pemerintah pusat, dengan penekanan bahwa asesmen ini bukan penentu kelulusan siswa.

Hal tersebut disampaikan Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat saat meninjau pelaksanaan TKA di SMPN 7 Kota Bandung, Rabu (8/4/2026).

Dalam kunjungannya, Wamendikdasmen memastikan proses ujian berjalan sesuai prosedur tanpa ditemukan pelanggaran.

“Alhamdulillah, tadi saya perhatikan dan sudah masuk juga ke ruang tesnya, itu sudah sesuai, dan berjalan dengan baik, tidak ada pelanggaran-pelanggaran. Mudah-mudahan juga hari-hari berikutnya sama juga,” jelas Wamendikdasmen Atip Latipulhayat.

Ia menegaskan bahwa tujuan utama TKA adalah untuk mengukur kemampuan akademik masing-masing siswa, bukan sebagai penentu kelulusan. Karena itu, peserta diminta tidak merasa tertekan saat mengikuti tes.

“TKA ini bukan penentuan kelulusan, tetapi untuk mengetahui kemampuan akademik masing-masing, jadi tidak perlu cemas. Makanya mengapa namanya bukan ujian, tapi tes, kalau ujian itu sudah terlalu banyak ujian kita dalam kehidupan ini, jadi tes saja namanya,” ujar Wamen.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Asep Saeful Gufron, menyebut pihaknya telah melakukan berbagai persiapan untuk mendukung kelancaran pelaksanaan TKA.

Salah satu langkah yang dilakukan adalah memastikan kesiapan infrastruktur, khususnya jaringan internet di setiap sekolah.

Ia mengakui tidak semua sekolah dapat dijadikan lokasi pelaksanaan karena adanya keterbatasan jaringan di beberapa wilayah. Namun, upaya optimalisasi terus dilakukan, termasuk peningkatan kapasitas internet.

“Sekolah baik SD dan SMP, itu sudah dipastikan bahwa internet aman dan kita juga di dukung oleh provider ya, supaya maksimal. Yang dulu 200 Mbps, kita maksimalkan menjadi 500 Mbps di tiap sekolah. Termasuk sebelumnya juga ada pelatihan, baik guru maupun ke siswanya,” jelas Asep Saeful Gufron.

Di sisi lain, semangat peserta juga menjadi sorotan. Salah satunya Zaskia, siswi kelas 9D yang tetap mengikuti TKA menggunakan kursi roda usai menjalani operasi tulang. Ia mengaku mempersiapkan diri dengan belajar bersama dan latihan soal.

“Pastinya aku belajar, lalu mencari-cari soal, latihan-latihan soal, belajar bareng juga sama teman-teman, karena aku tidak terlalu bisa belajar sendiri, jadi ada teman yang mengajari aku kalau aku tidak bisa, kalau tidak bisa bertemu bisa melalui video call,” ujar Zaskia optimis.

Hal serupa disampaikan Ratu Putri Anjani, siswi kelas 9C, yang tetap percaya diri meski menghadapi soal yang cukup menantang.

“Alhamdulillah lancar, walaupun ada beberapa soalnya yang sulit, tetapi sejauh ini bisa ,banyak soal yang dikerjakan, jadi tetap optimis,” ujarnya.

Ia pun mengajak peserta lain untuk tetap semangat dalam menghadapi TKA.

“Buat teman-teman yang mengikuti TKA semangat belajarnya, lebih disiapkan lagi, biar TKA nya lancar,” ujar Ratu bersemangat.

Pemerintah berharap pelaksanaan TKA dapat terus berjalan optimal melalui kolaborasi berbagai pihak, sekaligus menjadi sarana evaluasi yang mendorong peningkatan kualitas pendidikan. (*)