Wamendikdasmen Tinjau Sekolah Hasil Revitalisasi, Tekankan Fasilitas dan Deep Learning Harus Sejalan

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat meninjau sekolah penerima bantuan revitalisasi di Tasikmalaya, Jawa Barat. Ia menegaskan peningkatan fasilitas pendidikan harus dibarengi penguatan pembelajaran mendalam atau deep learning.

May 23, 2026 - 09:34
 0
Wamendikdasmen Tinjau Sekolah Hasil Revitalisasi, Tekankan Fasilitas dan Deep Learning Harus Sejalan
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat berbincang dengan siswa saat berkunjung ke SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Wamendikdasmen menegaskan fasilitas pendidikan dan deep learning harus berjalan beriringan.
  • SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis kini memiliki perpustakaan baru hasil bantuan revitalisasi Rp319,5 juta.
  • Pemerintah memprioritaskan revitalisasi sekolah rusak berat dan terdampak bencana pada 2026.

RIAUCERDAS.COM, TASIKMALAYA — Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Atip Latipulhayat menegaskan pentingnya keseimbangan antara perbaikan sarana pendidikan dan kualitas proses belajar dalam kunjungannya ke sejumlah sekolah di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.

Peninjauan dilakukan di Sekolah Kelompok Bermain (Kober) Al-Fatih dan SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis yang sebelumnya menerima bantuan revitalisasi tahun anggaran 2025.

Menurut Atip, program revitalisasi sekolah harus berjalan seiring dengan penerapan pembelajaran mendalam atau deep learning agar tujuan pendidikan bermutu dapat tercapai.

“Atas dasar itu, memperbaiki sarana pendidikan menjadi hal yang sangat penting. Pendidikan yang bermutu tidak bisa dipisahkan dari fasilitas belajar yang memadai,” ujar Atip dalam rilis tertulis, Sabtu (23/5/2026).

Ia menjelaskan revitalisasi sekolah menjadi bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden di bidang pendidikan untuk memperbaiki kondisi satuan pendidikan yang masih membutuhkan perhatian.

“Dari sekitar 400 ribu satuan pendidikan di Indonesia, masih banyak yang membutuhkan perbaikan. Karena itu revitalisasi menjadi prioritas agar peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan aman,” ujarnya.

Atip menyebut prioritas revitalisasi pada 2026 difokuskan untuk sekolah terdampak bencana, sekolah dengan kerusakan berat, serta satuan pendidikan yang membutuhkan penanganan cepat berdasarkan laporan masyarakat.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala SMP IT Al-Ittihad Persis Jamanis, Rifqy Yuhana menyampaikan sekolahnya kini memiliki perpustakaan baru setelah memperoleh bantuan revitalisasi sebesar Rp319,5 juta.

Sebelumnya, sekolah tersebut belum mempunyai fasilitas perpustakaan yang memadai.

“Dengan adanya perpustakaan ini, kemampuan literasi murid dapat lebih dioptimalkan dan proses pembelajaran menjadi lebih baik,” terang Rifqy.

Sementara itu, Kepala Kober Al-Fatih 450, Yusi Alawiyah mengatakan bantuan revitalisasi sebesar Rp198,25 juta dimanfaatkan untuk rehabilitasi ruang administrasi dan pembangunan area bermain anak.

“Alhamdulillah sekolah kami menjadi lebih layak, sarana belajar dan bermain lebih memadai, serta anak-anak menjadi lebih nyaman dan bahagia saat belajar,” ungkapnya.

Selain meninjau hasil revitalisasi, Wamendikdasmen juga mengunjungi SMPN 2 Singaparna untuk melihat pemanfaatan Papan Interaktif Digital (PID) dalam proses pembelajaran.

Dalam kesempatan itu, Atip berinteraksi langsung dengan siswa kelas VII menggunakan Bahasa Inggris serta berdiskusi mengenai teknologi antariksa dan komunikasi digital.

Ia menilai perkembangan teknologi perlu dimanfaatkan sebagai alat bantu pendidikan, namun kemampuan berpikir peserta didik tetap harus menjadi fokus utama pembelajaran.

“Teknologi hanyalah tools atau alat bantu. Yang paling penting tetap kemampuan berpikir manusia. Karena itu pembelajaran harus mampu mendorong peserta didik berpikir mendalam, kritis, dan memahami makna dari apa yang dipelajari,” kata Atip.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya Kemendikdasmen memastikan program revitalisasi sekolah dan transformasi pembelajaran berjalan efektif untuk mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional. (*)

What's Your Reaction?

like

dislike

love

funny

angry

sad

wow