Kemendikdasmen Teken Kerja Sama Strategis Vokasi dengan Industri

Kemendikdasmen menandatangani kerja sama strategis pendidikan vokasi dengan kementerian/lembaga dan mitra industri untuk mempersiapkan SDM unggul yang siap menghadapi kebutuhan dunia kerja. Kolaborasi ini mencakup SMK, SLB, PKBM, dan guru vokasi, serta mendorong upskilling, reskilling, dan magang baik di dalam maupun luar negeri.

Kemendikdasmen Teken Kerja Sama Strategis Vokasi dengan Industri
Wamendikdasmen Atip Latipulhayat saat menghadiri penandatanganan naskah perjanjian kerja sama berbagai kementerian dengan mitra industri. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA: 

  • Kemendikdasmen menandatangani PKS strategis dengan industri dan lembaga terkait untuk pendidikan vokasi yang selaras kebutuhan kerja.
  • Tantangan guru produktif diatasi melalui upskilling, reskilling, dan magang dalam negeri maupun luar negeri.
  • SMK, SLB, PKBM, dan guru vokasi mendapatkan pendampingan langsung untuk menghasilkan lulusan SDM unggul dan kreatif, termasuk di industri gim.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperkuat keterkaitan pendidikan vokasi dengan dunia industri melalui penandatanganan naskah perjanjian kerja sama (PKS) strategis dengan berbagai kementerian/lembaga dan mitra industri di Jakarta, Jumat (6/3/2026).

Langkah ini ditujukan untuk menyiapkan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten dan siap menghadapi kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.

Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen), Atip Latipulhayat, menekankan pentingnya kerja sama vokasi dengan industri.

Kolaborasi kuat dan sinambung dengan mitra menjadi langkah kolaboratif guna memastikan pendidikan ke depan dan memastikan lulusan yang benar-benar siap berkarya. 

"Kerja sama ini diharapkan benar-benar diimplementasikan sehingga bisa melahirkan inovasi ke depan,” ujar Wamen Atip.

Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa kerja sama ini melibatkan Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Kementerian Kehutanan, PT Traspac, PT Martha Beauty Gallery, PT United Tractors, Universitas Hasanuddin, dan PT Gamecomm Indonesia Network.

Ia menegaskan pentingnya implementasi nyata dari PKS untuk menguatkan SMK, SLB, PKBM, dan guru-guru pendidikan vokasi.

Tantangan utama pendidikan vokasi adalah terbatasnya jumlah guru produktif.

Untuk mengatasi hal ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK melakukan upskilling dan reskilling melalui unit pelaksana teknis (UPT) atau balai besar/balai pengembangan penjaminan mutu pendidikan vokasi.

Tatang menambahkan, balai bisa kolaborasi dengan industri sehingga keterbatasan alat bisa dikompensasi dengan alat canggih dari industri. 

"Di tahun ini kita juga mendorong magang widyaiswara untuk tidak hanya magang di dalam negeri, tapi juga ke luar negeri dan nanti ketika sudah pulang bisa mengimplementasikan dan menyiapkan lulusan untuk kebekerjaan ke luar negeri,” tutur dia.

Kepala SMKN 11 Semarang, Jawa Tengah, Imro’atul Azizah, menyambut positif kerja sama ini.

Dia menilai kerja sama itu bukan yang biasa dan kebutuhan industri di bidang gim juga cukup tinggi.

"Harapannya dari momen ini nanti lahir talent-talent muda kreatif di bidang gim yang bisa jadi andalan yang bisa membawa nama besar bangsa karena ini prospek yang bagus. Industri juga siap melakukan pendampingan,” ujarnya.

Dengan kemitraan strategis ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi PKPLK berharap ekosistem pendidikan vokasi menjadi lebih adaptif, inovatif, dan responsif terhadap perkembangan zaman.

Lulusan pendidikan vokasi diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang baru dan berkontribusi pada pembangunan nasional. (*)