Unri Jajaki Program Green and Blue Hub, Dorong Gerakan Lingkungan Berbasis Budaya di Riau

Universitas Riau menerima audiensi JPKP dan Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan untuk menjajaki kolaborasi program Green & Blue Unri Hub. Program ini bertujuan mendorong gerakan pelestarian lingkungan melalui penanaman pohon, pelestarian gajah Sumatera, dan kegiatan budaya sepanjang tahun 2026.

Unri Jajaki Program Green and Blue Hub, Dorong Gerakan Lingkungan Berbasis Budaya di Riau
Foto bersama usai audiensi JPKP bersama Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan di Universitas Riau. (Sumber: Unri)

RINGKASAN BERITA:

  • Universitas Riau dijajaki menjadi pusat gerakan lingkungan melalui program Green & Blue Unri Hub.
  • Program mencakup penanaman pohon, pelestarian gajah Sumatera, dan konser budaya bertema lingkungan.
  • Kegiatan direncanakan berlangsung sepanjang 2026 memanfaatkan momentum Hari Bumi hingga HUT Unri.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Jaringan Pendamping Kebijakan Pembangunan (JPKP) bersama komunitas Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan beraudiensi ke Universitas Riau (Unri).

Audiensi, Jumat (6/3/2026) kemarin itu terkait rencana kolaborasi program pelestarian lingkungan bertajuk Green & Blue Unri Hub.

Pertemuan yang berlangsung di Ruang Kunto Darussalam Gedung Rektorat Unri tersebut membahas inisiatif gerakan kolaboratif berbasis nilai gotong royong untuk menjaga kelestarian lingkungan.

Program ini dirancang melalui berbagai kegiatan seperti penanaman pohon, pelestarian habitat Gajah Sumatera, serta konser budaya bertema lingkungan sebagai sarana edukasi bagi masyarakat.

Pendiri Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan sekaligus Ketua Hubla DPP JPKP, Raja Asdi, mengatakan bahwa pihaknya berharap Unri dapat menjadi pelopor gerakan lingkungan berkelanjutan melalui konsep Green & Blue Hub yang terintegrasi dengan agenda pembangunan berkelanjutan global.

“Kami berharap agar Unri dapat menjadi pelopor pusat gerakan lingkungan berkelanjutan melalui konsep Green & Blue Hub yang terintegrasi dengan agenda global pembangunan berkelanjutan atau SDGs,” ujarnya.

Rencana program tersebut akan dilaksanakan sepanjang 2026 dengan memanfaatkan sejumlah momentum internasional dan nasional.

Selain Hari Bumi Sedunia pada 22 April, ada juga Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni, Hari Gajah Sedunia pada 12 Agustus, serta Hari Menanam Pohon Indonesia pada 28 November.

Selain itu, kegiatan juga direncanakan bertepatan dengan peringatan hari jadi Unri pada 1 Oktober 2026.

Raja Asdi menambahkan, inisiatif tersebut merupakan kelanjutan dari kolaborasi yang pernah dilakukan sebelumnya antara komunitas Generasi Lintas Budaya Merawat Lingkungan dengan Unri melalui kegiatan penanaman pohon di lingkungan kampus pada 2019.

Sementara itu, Rektor Unri yang diwakili Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi, Sofyan Husein Siregar, menyambut baik berbagai inisiatif yang bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian lingkungan.

Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan berkelanjutan, khususnya di wilayah Provinsi Riau yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati.

“Melalui kerja sama lintas sektor, diharapkan berbagai program inovatif dapat memberikan dampak nyata bagi pelestarian lingkungan dan keberlanjutan ekosistem, khususnya di wilayah Riau yang memiliki kekayaan keanekaragaman hayati,” ujar Sofyan.

Lebih lanjut, pihak Unri melalui Tim Kerja Sama akan menindaklanjuti inisiatif tersebut dengan pembahasan lanjutan untuk melihat peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan bersama berbagai pemangku kepentingan.

Rencana kerja sama itu juga akan dituangkan dalam bentuk nota kesepahaman sebagai dasar pelaksanaan program ke depan. (*)