Lebih dari 2 Juta Guru Dapat Tunjangan, Insentif Naik jadi Rp400 Ribu/Bulan

Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memperluas dukungan kesejahteraan guru dengan berbagai tunjangan yang telah disalurkan kepada jutaan pendidik, baik ASN maupun Non-ASN. Program ini dinilai membantu kebutuhan sehari-hari guru sekaligus meningkatkan semangat dan mutu pembelajaran di sekolah.

Lebih dari 2 Juta Guru Dapat Tunjangan, Insentif Naik jadi Rp400 Ribu/Bulan
Aktivitas belajar mengajar di kelas oleh guru. Kemendikdasmen menyatakan komitmen mensejahterakan guru. (Sumber: Kemendikdasmen)

RINGKASAN BERITA:

  • Kemendikdasmen menyalurkan tunjangan kepada jutaan guru ASN dan Non-ASN
  • Insentif guru Non-ASN naik menjadi Rp400 ribu/bulan
  • Program diharapkan mendorong profesionalisme dan kualitas pembelajaran

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus memperkuat kesejahteraan guru di seluruh Indonesia.

Beragam tunjangan telah disalurkan kepada jutaan pendidik dari berbagai jenjang pendidikan, baik yang berstatus ASN maupun Non-ASN.

Secara rinci, penyaluran tunjangan untuk guru ASN telah mencakup:

  • Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 1.400.000 guru ASN,
  • Tunjangan Khusus kepada lebih dari 57.000 guru,
  • Dana Tambahan Penghasilan kepada lebih dari 191.000 guru.

Sementara untuk guru Non-ASN, data penyaluran menunjukkan:

  • Tunjangan Profesi Guru (TPG) kepada lebih dari 400.000 guru Non-ASN,
  • Tunjangan Khusus kepada lebih dari 43.000 guru Non-ASN,
  • Insentif kepada lebih dari 365.000 guru,
  • Bantuan Subsidi Upah (BSU) kepada lebih dari 253.000 guru PAUD nonformal yang belum memiliki sertifikasi profesi.

Total keseluruhan guru yang telah menerima dukungan dari berbagai skema ini mencapai lebih dari 2,7 juta pendidik di seluruh Indonesia.

Di tengah penyaluran bantuan tersebut, para guru menyampaikan dampak positifnya terhadap kehidupan dan semangat kerja mereka.

Ismi Ifarianti, guru di TK Negeri Bendungan Hilir, Jakarta, mengatakan tunjangan yang diterimanya sangat membantu kebutuhan sehari-hari dan membuatnya lebih fokus mendampingi anak-anak belajar.

“Bantuan ini meringankan kebutuhan saya, memberi ketenangan, dan membuat saya lebih semangat mengajar,” ujar Ismi.

Pengalaman sama juga diungkapkan Tiar Krisnawan dari SD Negeri Cimone 3, Tangerang.

Ia mengaku merasa lebih dihargai dan termotivasi, karena bantuan tersebut berdampak langsung pada kesejahteraan hidupnya.

Memasuki tahun 2026, Kemendikdasmen juga menaikkan insentif untuk guru Non-ASN dari sebelumnya Rp300 ribu menjadi Rp400 ribu per bulan, dengan target penerima mencapai 798.905 guru Non-ASN.

Kenaikan ini diharapkan turut mendorong profesionalisme pendidik sekaligus memberi motivasi dalam peningkatan mutu pembelajaran.

Direktur Jenderal Guru, Tenaga Kependidikan, dan Pendidikan Guru, Nunuk Suryani, menekankan bahwa kesejahteraan guru merupakan bagian penting dari upaya mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.

Selain tunjangan, pemerintah melanjutkan program peningkatan kualifikasi akademik melalui pelatihan dan pendidikan formal seperti S-1/D-4 untuk guru.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kesejahteraan guru secara berkelanjutan, tepat sasaran, transparan, dan akuntabel,” tegas Nunuk.

Melalui kombinasi tunjangan, peningkatan kompetensi, dan dukungan kebijakan, Kemendikdasmen berharap guru dapat semakin produktif dalam tugasnya mengajar serta berkontribusi positif terhadap kualitas pendidikan di Indonesia. (*)

Grafis diolah menggunakan AI dengan tetap melalui proses verifikasi redaksi.