Sidak Bapanas di Rohul: Stok Pangan Aman, Tak Ditemukan Penimbunan Jelang Lebaran

Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melakukan sidak ke pasar, distributor, dan ritel modern untuk memastikan stabilitas stok dan harga pangan menjelang Lebaran 2026. Hasilnya, tidak ditemukan praktik penimbunan maupun spekulasi harga.

Sidak Bapanas di Rohul: Stok Pangan Aman, Tak Ditemukan Penimbunan Jelang Lebaran
Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu melakukan sidak ke pasar, distributor, dan ritel modern untuk memastikan stabilitas stok dan harga pangan menjelang Lebaran 2026. (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA: 

  • Bapanas dan Pemkab Rohul tidak menemukan penimbunan stok maupun spekulasi harga pangan menjelang Lebaran.

  • Sidak dilakukan selama dua hari dengan memeriksa distributor, ritel modern, hingga pasar tradisional.

  • Pengawasan dilakukan untuk memastikan penerapan HET dan HAP serta kelancaran distribusi program SPHP beras.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Badan Pangan Nasional (Bapanas) bersama Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) memastikan tidak ditemukan praktik penimbunan stok pangan menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026.

Kepastian tersebut diperoleh setelah tim gabungan melakukan inspeksi mendadak (sidak) di sejumlah pasar, distributor, hingga ritel modern di wilayah Rohul.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Rohul, Zulfikar, menyampaikan bahwa hasil pemeriksaan di lapangan menunjukkan kondisi pasokan pangan masih terkendali meski permintaan masyarakat mulai meningkat menjelang Lebaran.

"Tim memastikan tidak ada praktik penimbunan stok di tengah meningkatnya permintaan warga menjelang Lebaran ini," kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Perikanan (DKPP) Rohul, Zulfikar, Senin (9/3/2026).

Sidak tersebut dilaksanakan selama dua hari, yakni pada Kamis (5/3/2026) dan Jumat (6/3/2026).

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Tugas Inspektur Badan Pangan Nasional Nomor: 220/TU.01.04/A.4/02/2026 terkait pelaksanaan Uji Petik dan Reviu Penyaluran Cadangan Pangan Pemerintah (CPP).

Tim inspeksi dari Bapanas dipimpin Inspektur Bapanas Pusat Muhammad Imron Rosjidi, M.Si, CGCAE yang diwakili oleh Pengendali Teknis Oktina Nugraheni, SE, M.S.Ak, bersama sejumlah tenaga ahli.

Kedatangan tim pusat disambut dan didampingi langsung oleh Kepala DKPP Rohul Zulfikar bersama Kabid Ketersediaan dan distributor pangan Emrizon, S.Pi serta Analis Ketahanan Pangan Ahli Muda Nurlaila Agusnaini Wati, S.Pi.

Dalam kegiatan tersebut, tim juga memantau kondisi harga pangan di pasar.

Hasil peninjauan menunjukkan tidak ditemukan indikasi spekulasi harga di beberapa lokasi yang dikunjungi, termasuk Pasar Modern dan Bunda Swalayan.

Zulfikar menjelaskan, sidak dilakukan untuk memastikan para pelaku usaha mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan Harga Acuan Pasar (HAP).

Pada hari pertama, tim memeriksa jalur distribusi mulai dari gudang hingga ritel modern.

Pemeriksaan dilakukan di gudang Distributor Beras Sinar Rambah, Swalayan Happy Mart, serta gerai Alfamart guna memastikan rantai pasok pangan dari hulu hingga hilir berjalan sesuai regulasi.

"Hari Kedua Fokus beralih ke titik temu konsumen akhir, yakni Pasar Modern dan Bunda Swalayan," katanya.

Zulfikar menilai kehadiran tim Bapanas yang turut didampingi aparat kepolisian memberikan pesan tegas kepada pelaku usaha agar tidak melakukan permainan harga yang merugikan masyarakat.

Sementara itu, Pengendali Teknis Bapanas, Oktina Nugraheni, menegaskan bahwa kunjungan ke daerah bertujuan menjaga stabilitas distribusi pangan dari tingkat distributor hingga ritel.

"Sinergi lintas instansi ini sangat penting untuk memastikan rantai pasok dari distributor hingga ke retail pangan tetap terjaga sesuai HET dan HAP. Kami ingin masyarakat Rokan Hulu dapat beribadah dengan tenang tanpa khawatir akan lonjakan harga yang drastis," tegasnya.

Berdasarkan surat tugas yang diterbitkan, tim Bapanas dijadwalkan berada di Provinsi Riau selama delapan hari, mulai 2 hingga 9 Maret 2026.

Kegiatan ini dilakukan untuk memastikan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras periode Januari–Februari 2026 berjalan secara akuntabel.

Melalui pengawasan tersebut, Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu menegaskan komitmennya menjaga ketersediaan bahan pokok agar tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat hingga perayaan Idul Fitri mendatang. (*)