Desa Antikorupsi Pasir Luhur Gelar Halalbihalal, Bupati Rohul Serap Aspirasi Infrastruktur Warga

Kunjungan Bupati Rokan Hulu ke Desa Pasir Luhur tidak hanya menghadiri halal bihalal, tetapi juga menyerap aspirasi warga terkait pembangunan jalan di desa percontohan antikorupsi.

Desa Antikorupsi Pasir Luhur Gelar Halalbihalal, Bupati Rohul Serap Aspirasi Infrastruktur Warga
Bupati Rokan Hulu, Anton ST MM saat menghadiri kegiatan pengajian dan halalbihalal di Desa Pasir Luhur, Rabu (8/4/2026). (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA: 

  • Desa Pasir Luhur jadi percontohan antikorupsi yang ditetapkan KPK
  • Warga usulkan pembangunan jalan aspal 1 km dan langsung direspons Bupati
  • Kades memilih tidak maju lagi meski masih punya kesempatan mencalon.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Desa percontohan antikorupsi di Rokan Hulu (Rohul), yakni Desa Pasir Luhur, menjadi perhatian dalam kunjungan Bupati yang sekaligus dimanfaatkan untuk menyerap aspirasi pembangunan masyarakat.

Bupati Rohul, Anton, menghadiri kegiatan pengajian dan halalbihalal 1447 H yang digelar di Masjid Baiturrohman, Desa Pasir Luhur, Kecamatan Kunto Darussalam, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana religius dan penuh kebersamaan dengan kehadiran masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Anton menegaskan bahwa momentum halalbihalal bukan sekadar tradisi, tetapi juga sarana mempererat hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

“Momentum ini adalah waktu terbaik untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, serta memperkuat sinergi dalam membangun daerah yang kita cintai ini,” ujar Bupati.

Ia juga menekankan komitmen pemerintah daerah untuk terus hadir di tengah masyarakat, mendengarkan aspirasi, serta mendorong pemerataan pembangunan hingga ke desa-desa.

Kesempatan tersebut turut dimanfaatkan Kepala Desa Pasir Luhur, Soleman, untuk menyampaikan aspirasi warga terkait kebutuhan pembangunan jalan aspal sepanjang sekitar 1 kilometer. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Bupati.

Selain itu, Soleman juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekhilafan selama memimpin, sekaligus mengungkapkan keputusannya untuk tidak kembali mencalonkan diri pada pemilihan kepala desa mendatang meski masih memiliki kesempatan.

“Walaupun secara aturan masih memiliki kesempatan satu kali lagi untuk mencalon, namun saya memilih untuk beristirahat terlebih dahulu,” ungkapnya.

Desa Pasir Luhur sendiri telah ditetapkan sebagai desa percontohan antikorupsi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi, menjadikannya model dalam penerapan tata kelola pemerintahan desa yang transparan dan akuntabel.

Kegiatan ditutup dengan tausiyah oleh ustadz Sirojul Munir yang mengajak jamaah memperkuat ukhuwah Islamiyah serta menjadikan momentum halalbihalal sebagai sarana membersihkan hati.

Melalui kegiatan ini, sinergi antara pemerintah dan masyarakat diharapkan semakin kuat, sekaligus mendorong pembangunan berkelanjutan di desa percontohan tersebut. (*)