Halalbihalal Luhak Kepenuhan Dihadiri 400 Warga, Tradisi Tunggul Adat Jadi Puncak Acara

Ratusan warga menghadiri halalbihalal di Luhak Kepenuhan, Rokan Hulu, dengan prosesi penaikan Tunggul Adat sebagai puncak acara yang sarat makna budaya dan kebersamaan.

Halalbihalal Luhak Kepenuhan Dihadiri 400 Warga, Tradisi Tunggul Adat Jadi Puncak Acara
Sambutan Wakil Bupati Rokan Hulu H. Syafaruddin Poti. SH. MM pada acara peringatan Hari Raya Idulfitri 1447 H dan Halalbihal secara adat dan istiadat di Balai Adat Luhak Kepenuhan Negeri Beradat. (Sumber: Diskominfo Rohul)

RINGKASAN BERITA: 

  • Halalbihalal Luhak Kepenuhan dihadiri lebih dari 400 warga
  • Penaikan Tunggul Adat jadi simbol kemenangan dan tradisi
  • Wabup Rohul ajak masyarakat jaga nilai budaya dan adat.

RIAUCERDAS.COM, PASIR PENGARAIAN - Penaikan Tunggul Adat menjadi puncak perayaan halalbihalal masyarakat Luhak Kepenuhan, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), yang dihadiri ratusan warga dan tokoh adat sebagai simbol kemenangan dan pelestarian tradisi.

Kegiatan halalbihalal tersebut berlangsung di Balai Adat Luhak Kepenuhan, Pasir Pengaraian, Senin (23/3/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Rohul, Syafaruddin Poti, bersama tokoh adat serta masyarakat setempat.

Acara ini juga diikuti anak kemenakan, baik yang berdomisili di Luhak Kepenuhan maupun yang pulang dari luar daerah dan luar negeri untuk merayakan Idulfitri.

Dalam kesempatan tersebut, Syafaruddin Poti mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang dinilai penting dalam menjaga nilai-nilai budaya dan adat istiadat.

"Jangan lupa asal usul kita dan mari kita hormati orang tua atau yang dituakan secara adat. Mari kita jaga tradisi dan budaya sebagai jati diri," katanya.

Tokoh adat dari Lembaga Kerapatan Adat (LKA) Luhak Kepenuhan, Ismail Dt Podano Montoi Gelar Kurnio, menyebutkan bahwa kegiatan tahun ini dihadiri lebih dari 400 orang.

"Pokoknya tahun ini ramai sekali yang hadir luar biasa dan diperkirakan lebih dari 400 orang. Bangga, terharu dan sangat senang hati dan jiwa dengan suasana lebaran pada tahun ini," katanya.

Puncak kegiatan ditandai dengan prosesi penaikan Tunggul Tunggul Adat, yang melambangkan kebesaran serta kemenangan setelah menjalankan ibadah puasa selama Ramadan.

Prosesi tersebut meliputi penaikan Tunggul Adat Dubalang Ompek di balai, Tunggul Adat Tigo Piak, Tunggul Adat Suku Nan Tujuh, Tunggul Adat Imam Ompek di balai, hingga Tunggul Adat Imam di padang.

Ketua LKA Luhak Kepenuhan, Effendi R Datuk Bonao Sakti, menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Rokan Hulu atas dukungan terhadap kegiatan adat tersebut.

"Merupakan anugrah dan dukungan yang luar biasa terhadap nilai-nilai adat dan istiadat di Luhak Kepenuhan," katanya.

Ia juga mengajak seluruh pemangku adat untuk terus menjaga dan memperbaiki tatanan adat istiadat serta menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat secara bersama.

"Segala persoalan yang ada di kampung halaman kita ini baik secara adat maupun secara sosial kemasyarakatan, mari sama sama kita bahas dan kita selesaikan," katanya.

Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat identitas budaya masyarakat Luhak Kepenuhan pasca perayaan Idulfitri 1447 Hijriah. (*)