Festival Lomang Ayo Onam 2026 Resmi Dibuka di Pulau Lawas, Tradisi Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Festival Lomang Ayo Onam 2026 di Kampar resmi dibuka sebagai upaya melestarikan tradisi sekaligus mendorong ekonomi masyarakat melalui pariwisata budaya.
RINGKASAN BERITA:
- Festival Lomang Ayo Onam 2026 resmi dibuka di Pulau Lawas
- Tradisi lomang diarahkan jadi penggerak ekonomi kreatif
- Festival berlangsung dua hari dengan pembagian lemang gratis.
RIAUCERDAS.COM, KAMPAR - Festival Lomang Ayo Onam 2026 di Desa Pulau Lawas, Bangkinang, resmi dibuka dengan penabuhan Oguong oleh Bupati Kampar sebagai simbol dimulainya perayaan tradisi yang kini diarahkan menjadi penggerak ekonomi masyarakat.
Pembukaan festival yang digelar Jumat (27/3/2026) pagi itu dipimpin Bupati Kampar, Ahmad Yuzar, didampingi Kepala Kejaksaan Negeri Kampar, Dwianto Prihartono.
Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Ayo Onam atau Hari Raya Ziarah Kubur yang menjadi tradisi khas masyarakat Bangkinang.
Dalam sambutannya, Ahmad Yuzar menegaskan bahwa tradisi memasak lomang atau lemang telah menjadi warisan turun-temurun yang terus dijaga masyarakat, terutama menjelang Idulfitri, Hari Raya Enam, hingga Iduladha.
"Dan hari ini kita laksanakan lomba memasak lemang ini yang merupakan tradisi kita yang dilaksanakan secara turun-temurun bertepatan dengan sehari menjerang hari raya enam dan beberapa hari setelahnya kita juga meriahkan nanti dengan mengadakan pacu sampan yang dilaksanakan oleh masyarakat yang juga difasilitasi oleh Dinas Pariwisata Kebudayaan serta Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga," terang Ahmad Yuzar.
Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga keberlangsungan tradisi tersebut agar tetap diwariskan kepada generasi berikutnya.
"Selanjutnya mari kita manfaatkan momen ini untuk meningkatkan skala dan ekonomi masyarakat, orang banyak berkunjung, banyak kebutuhan tentu memerlukan makan, memerlukan minum dan memerlukan akomodasi, jadikan ini nanti sebagai pertumbuhan untuk ekonomi kreatif," tuturnya.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kampar, Afdal, menyebutkan bahwa festival ini merupakan penyelenggaraan kedua setelah pertama kali digelar pada 2025.
Menurutnya, Pulau Lawas dipilih sebagai lokasi utama karena tradisi memasak lomang masih menjadi rutinitas tahunan masyarakat setempat dan telah menjadi identitas kuliner khas Kabupaten Kampar saat bulan Syawal.
"Event ini kita beri nama festival Lomang kedua hari raya enam, karena ini merupakan event kedua untuk melestarikan tradisi memasak lemang, dasar menetapkan Kampung Gondang atau Pulau Lawas ini sebagai titik kegiatan ini adalah melihat proses memasak makanan Lomang menjadi rutinitas tahunan yang masih bertahan di masyarakat kampung Kodam dan menjadi brand image kuliner tradisi setiap hari raya pada bulan Syawal di Kabupaten Kampar," jelasnya.
Festival berlangsung selama dua hari. Pada hari pertama, lemang yang telah dimasak dibagikan secara gratis kepada pengunjung pada sore hari.
Sementara pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan tradisi Makan Bajambau usai perayaan Hari Raya Enam.
Antusiasme masyarakat terhadap festival ini cukup tinggi. Warga berharap kegiatan tersebut dapat terus berkembang dan dikenal lebih luas.
"Terimakasih pak Bupati semoga acara ini semakin besar gaungnya, kalau bisa mendunia untuk mengangkat Lomang dan tradisi Ayo Onam, kalau perlu hingga ke mancanegara," ucap Nur Jannah.
Festival Lomang Ayo Onam diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga mampu mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif di Kabupaten Kampar. (*)


