FEB Unilak Perkuat Internasionalisasi Kampus Lewat Kolaborasi Akademik dan Pengabdian di Malaysia

Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning memperluas kerja sama internasional melalui kegiatan tridharma perguruan tinggi di Malaysia. Program ini melibatkan dosen dan mahasiswa dalam kuliah internasional, riset bersama, hingga pengabdian masyarakat lintas negara.

FEB Unilak Perkuat Internasionalisasi Kampus Lewat Kolaborasi Akademik dan Pengabdian di Malaysia
Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning terus memperkuat langkah menuju kampus berkelas dunia melalui kolaborasi akademik internasional di Malaysia. (Sumber: unilak.ac.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • FEB Unilak menggelar kuliah internasional, riset bersama, dan pengabdian masyarakat di Malaysia.
  • Mahasiswa Unilak ikut pertukaran akademik dan pendampingan UMKM di Kampung Batu Badak.
  • Unilak menargetkan penguatan internasionalisasi kampus menuju world class university.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Lancang Kuning (Unilak) terus memperkuat langkah menuju kampus berkelas dunia melalui kolaborasi akademik internasional di Malaysia.

Kegiatan yang berlangsung pada 8 Mei 2026 itu melibatkan dosen, pimpinan fakultas, serta 23 mahasiswa Program Studi Manajemen dan Akuntansi.

Agenda internasional tersebut mengusung tema “Cross-Border Academic Synergy: Innovative Collaboration in Teaching, Empowering Global Communities and International Industries” sebagai bagian dari implementasi tridharma perguruan tinggi.

Rombongan dipimpin langsung Rektor Unilak, Junaidi, bersama Dekan FEB Unilak, Dini Onasis.

Kegiatan diawali di Universiti Teknologi MARA melalui program visiting lecturer.

Dalam agenda tersebut, dosen FEB Unilak memberikan kuliah umum sekaligus berbagi pengalaman terkait praktik bisnis dan ekonomi di Provinsi Riau.

Sementara itu, mahasiswa FEB Unilak juga mengikuti perkuliahan di kampus tersebut sebagai bagian dari pertukaran akademik internasional.

“Kehadiran kami di Malaysia bukan sekadar kunjungan, tapi langkah strategis. Dosen dan mahasiswa Unilak harus mampu berkompetisi dan berkolaborasi di level global. Ini bukti Unilak serius meningkatkan mutu pendidikan tinggi berstandar internasional,” kata Junaidi.

Selain kegiatan akademik, dosen dan mahasiswa FEB Unilak bersama UiTM Segamat turut melaksanakan pengabdian masyarakat internasional di Kampung Batu Badak, Segamat, Malaysia.

Dalam kegiatan itu, tim kampus mendampingi masyarakat yang mengelola usaha pertanian ubi dan produk turunannya.

Pendampingan difokuskan pada inovasi produk, strategi pemasaran UMKM, serta penguatan ekonomi lokal.

“Pengabdian ini mengajarkan mahasiswa bahwa kontribusi kampus harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Kolaborasi dengan UiTM memberi kami perspektif baru bagaimana potensi lokal seperti singkong bisa dikembangkan menjadi produk bernilai global,” ujar Dini Onasis.

Kolaborasi juga diperluas melalui kerja sama riset dan forum diskusi penjaminan mutu bersama Management and Science University.

Dosen FEB Unilak dan akademisi MSU merancang penelitian bersama di bidang manajemen, akuntansi, kewirausahaan, dan ekonomi berkelanjutan yang ditargetkan untuk publikasi internasional bereputasi.

Selain itu, kedua institusi juga menggelar Focus Group Discussion terkait tata kelola pendidikan dan benchmarking kurikulum berbasis Outcome Based Education (OBE).

“OBE adalah masa depan pendidikan tinggi. Dari FGD dan Benchmarking ini kami membawa pulang praktik terbaik MSU agar kurikulum FEB makin adaptif dan lulusan kami siap kerja di mana saja,” ujar Dini.

Junaidi menegaskan seluruh agenda internasional tersebut menjadi bagian dari roadmap Unilak menuju world class university.

Menurutnya, mahasiswa yang terlibat dalam program itu diharapkan memiliki wawasan global, kemampuan lintas budaya, serta jaringan internasional yang kuat.

Ke depan, kerja sama dengan UiTM dan MSU disebut akan terus dikembangkan melalui program pertukaran mahasiswa, konferensi bersama, hingga pengembangan kurikulum kolaboratif. (*)