Pelajaran Antikorupsi Masuk Semua Jenjang Sekolah

Pemerintah bersama KPK meluncurkan buku panduan dan bahan ajar Pendidikan Antikorupsi untuk seluruh jenjang pendidikan. Program ini menitikberatkan pembentukan karakter jujur dan berintegritas sejak usia dini melalui materi khusus bagi guru dan siswa.

Pelajaran Antikorupsi Masuk Semua Jenjang Sekolah
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), pemerintah daerah (Pemda), serta seluruh kementerian/lembaga terkait, meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK), pada Senin (11/5/2026). (Sumber: kpk.go.id)

RINGKASAN BERITA: 

  • Pemerintah resmi memasukkan pendidikan antikorupsi ke seluruh jenjang sekolah dari PAUD hingga SMA/SMK.
  • Fokus utama program berada pada pembentukan karakter jujur dan integritas sejak usia dini.
  • KPK menyiapkan lima buku bahan ajar khusus untuk guru sebagai pedoman pendidikan antikorupsi.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Pemerintah mulai memperkuat pendidikan karakter antikorupsi sejak usia dini dengan meluncurkan Buku Panduan dan Bahan Ajar Pendidikan Antikorupsi (PAK) untuk seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Program tersebut digagas bersama oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pemerintah daerah, serta kementerian dan lembaga terkait.

Peluncuran panduan itu disampaikan dalam acara yang disiarkan melalui kanal YouTube Kemendagri pada Senin (11/5/2025).

Pemerintah menilai pendidikan menjadi jalur strategis untuk membangun budaya antikorupsi dan membentuk generasi yang memiliki integritas kuat.

Wakil Menteri Dalam Negeri, Akhmad Wiyagus, mengatakan pendidikan antikorupsi memiliki banyak tujuan penting.

Salah satunya menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan integritas kepada peserta didik sejak dini.

Menurutnya, pendidikan tersebut juga diarahkan untuk membangun karakter antikorupsi, menciptakan budaya yang menolak praktik korupsi, sekaligus memberikan pemahaman tentang dampak buruk korupsi di masyarakat.

“Selain itu manfaat lain pendidikan antikorupsi juga membentuk penciptaan generasi yang lebih sadar akan dampak negatif korupsi, menguatkan budaya anti korupsi di masyarakat dan membantu membentuk generasi penerus bangsa yang tidak terjerumus dalam korupsi,” katanya.

Akhmad menjelaskan, masa PAUD dan SD menjadi fase penting dalam pembentukan karakter anak.

Pada usia tersebut, anak lebih mudah menerima pendidikan karakter dibandingkan materi pengetahuan yang sifatnya akademis.

Ia menilai karakter yang ditanamkan sejak dini akan melekat kuat dalam pola pikir dan perilaku anak hingga dewasa nanti.

“Karakter yang tertanam sejak usia dini akan melekat kuat dalam batin dan pikiran bahkan bisa jadi menjadi prinsip dalam menjalani kehidupan,” kata dia.

Sementara itu, Ketua KPK, Setyo Budiyanto, menegaskan pendidikan harus menjadi fondasi utama dalam mencetak generasi berintegritas.

Karena itu, penguatan integritas pendidikan dari pemerintah pusat hingga daerah perlu memiliki arah yang sama.

Setyo menyebut Buku Panduan Pendidikan Antikorupsi akan dilengkapi lima buku bahan ajar bagi guru di seluruh jenjang pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/SMK.

Ia menjelaskan, materi tersebut memuat lima kompetensi utama sebagai dasar pendidikan antikorupsi, yakni menaati aturan, memahami konsep kepemilikan, menjaga amanah, mengelola dilema etis, serta membangun budaya antikorupsi. (*)