AS Dukung PLTN di Indonesia, BRIN Perkuat Kerja Sama Nuklir Multinasional

Pemerintah Amerika Serikat menyatakan dukungan terhadap pembangunan PLTN di Indonesia melalui konsorsium internasional dan forum strategis bilateral.

AS Dukung PLTN di Indonesia, BRIN Perkuat Kerja Sama Nuklir Multinasional
Ilustrasi. (Sumber: BRIN)

RINGKASAN BERITA: 

  • AS secara terbuka dukung pembangunan PLTN di Indonesia
  • Konsorsium nuklir libatkan empat negara maju
  • BRIN siapkan Indonesia menuju energi bersih dan berkelanjutan.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Dukungan internasional terhadap pengembangan energi nuklir di Indonesia semakin menguat, seiring komitmen kolaborasi multinasional yang melibatkan sejumlah negara maju.

Pemerintah Amerika Serikat secara terbuka menyatakan dukungannya terhadap rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) di Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Daniel, yang menegaskan bahwa kerja sama Indonesia dengan Amerika Serikat terus mengalami penguatan, khususnya di sektor energi nuklir.

Menurutnya, dukungan tersebut diwujudkan melalui pembentukan konsorsium yang melibatkan empat negara utama, yakni Amerika Serikat, Jepang, Korea Selatan, dan Kanada.

Selain itu, kedua negara juga membangun mekanisme koordinasi strategis melalui Forum Dialog AS-Indonesia 2+2 yang melibatkan kementerian terkait, yakni Kementerian Luar Negeri dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Selain itu, terdapat Forum Dialog AS-Indonesia 2+2 (Kementerian Luar Negeri dan Kementerian ESDM) sebagai mekanisme koordinasi strategis kerja sama energi nuklir kedua negara,” jelas Daniel dikutip dari laman BRIN, Sabtu (2/5/2026).

Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kesiapan Indonesia dalam mengembangkan energi nuklir sebagai salah satu sumber energi masa depan.

Melalui program FIRST serta kerja sama internasional yang semakin intensif, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) berkomitmen untuk memastikan penerapan energi nuklir berjalan sesuai standar keamanan dan keberlanjutan.

Langkah tersebut juga diarahkan untuk mendukung bauran energi nasional yang lebih bersih dan efisien, sekaligus menjawab kebutuhan energi jangka panjang Indonesia. (*)