FDK UIN Suska Riau Percepat Target Akreditasi Unggul, Redesain Kurikulum Berbasis IAPS 5.1
Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau melakukan review kurikulum berbasis standar IAPS 5.1 guna memperkuat budaya mutu akademik, meningkatkan relevansi lulusan dengan kebutuhan industri, serta mempercepat pencapaian akreditasi unggul.
RINGKASAN BERITA:
- FDK UIN Suska Riau menargetkan percepatan program studi berstatus unggul melalui redesain kurikulum berbasis IAPS 5.1.
- Praktisi industri dilibatkan agar kurikulum lebih relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan perkembangan masyarakat.
- Konsep integrasi ilmu menjadi fokus utama untuk memperkuat budaya akademik dan daya saing lulusan di tingkat global.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya mempercepat capaian program studi berstatus unggul terus dilakukan Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Sultan Syarif Kasim Riau melalui penyusunan ulang kurikulum berbasis standar IAPS 5.1.
Langkah tersebut dibahas dalam kegiatan Review Kurikulum yang digelar pada 12–13 Mei 2026 di Ruang Senat Universitas lantai 5 Gedung Rektorat UIN Suska Riau.
Kegiatan bertema “Redesain Kurikulum Berbasis Standar IAPS 5.1: Akselerasi Budaya Mutu untuk Akreditasi Unggul” itu menjadi bagian dari strategi fakultas dalam memperkuat kualitas akademik sekaligus menyesuaikan pembelajaran dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan kebutuhan dunia kerja.
Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Suska Riau, Raihani, menegaskan bahwa peninjauan kurikulum memiliki peran penting dalam mendukung target peningkatan program studi unggul di lingkungan kampus.
Ia menyebut universitas menargetkan sekitar 60 persen program studi memperoleh predikat unggul, sekaligus mempertahankan status Akreditasi Institusi Perguruan Tinggi (AIPT) yang telah diraih sebelumnya.
Dalam pemaparannya bertajuk “Paradigma Kurikulum Berbasis Integrasi Ilmu”, Raihani menilai pendekatan integrasi keilmuan tidak cukup hanya menggabungkan ilmu agama dan ilmu umum secara simbolik.
Menurutnya, konsep integrasi harus diterapkan dalam desain kurikulum, proses pembelajaran, pengembangan pengetahuan, hingga budaya akademik kampus.
Selain pembahasan akademik internal, FDK UIN Suska Riau juga melibatkan praktisi dari sejumlah sektor seperti komunikasi, travel haji dan umrah, pemberdayaan masyarakat, hingga konseling.
Kehadiran para praktisi tersebut ditujukan untuk memberikan masukan agar kurikulum lebih relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan masyarakat.
Pada hari kedua, kegiatan dilanjutkan dengan pemaparan mengenai redesain kurikulum berbasis standar IAPS 5.0 oleh Slamet Wahyudi yang berlangsung secara hybrid.
Agenda kemudian diteruskan dengan Focus Group Discussion (FGD) penyusunan kurikulum bersama pimpinan dan tim akademik fakultas.
Dekan Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Suska Riau, Masduki, mengatakan review kurikulum menjadi langkah strategis dalam membangun budaya mutu akademik sekaligus meningkatkan daya saing lulusan.
“Melalui review kurikulum ini, FDK UIN Suska Riau berupaya menghadirkan kurikulum yang integratif, responsif terhadap kebutuhan industri, serta mendukung pencapaian akreditasi unggul,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, FDK UIN Suska Riau berharap dapat melahirkan kurikulum yang lebih inovatif, kolaboratif, dan berdampak guna mendukung pengembangan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing global. (*)