BNPB Kirim 2 Helikopter Patroli ke Riau, Pantau Karhutla yang Sudah Capai 1.161 Hektare

BNPB mengirim dua helikopter patroli ke Riau untuk memperkuat pemantauan kebakaran hutan dan lahan. Hingga awal 2026, Karhutla tercatat terjadi di 11 kabupaten/kota dengan total luas mencapai 1.161,64 hektare.

BNPB Kirim 2 Helikopter Patroli ke Riau, Pantau Karhutla yang Sudah Capai 1.161 Hektare
Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua unit helikopter patroli ke Provinsi Riau untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA:

  • BNPB mengirim dua helikopter patroli tipe Bell 206 untuk memperkuat pemantauan Karhutla di Riau.

  • Hingga awal 2026, kebakaran hutan dan lahan di Riau mencapai 1.161,64 hektare di 11 kabupaten/kota.

  • Pelalawan menjadi daerah dengan Karhutla terluas, yakni 681,5 hektare, dengan total 1.974 hotspot terdeteksi.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Pemerintah pusat melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua unit helikopter patroli ke Provinsi Riau untuk memperkuat upaya pencegahan dan penanganan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla).

Saat ini, kedua helikopter tersebut telah berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru dan siap digunakan untuk patroli udara di wilayah rawan kebakaran.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD Damkar) Riau M Edy Afrizal melalui Kabid Kedaruratan dan Logistik Jim Gafur mengatakan, helikopter bantuan BNPB tersebut masing-masing bertipe Bell 206 B3 dengan registrasi PK-FPA serta Bell 206 L4 dengan registrasi PK-ZGK.

“Kita mendapatkan bantuan dua unit helikopter patroli dari BNPB. Keduanya sudah berada di Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru,” ujar Jim Gafur dikutip dari Media Center Riau, Minggu (8/3/2026).

Menurutnya, helikopter tersebut akan digunakan untuk melakukan patroli udara di daerah yang berpotensi terjadi kebakaran hutan dan lahan.

Apabila ditemukan titik api saat pemantauan, informasi akan segera diteruskan kepada tim gabungan agar proses pemadaman dapat segera dilakukan.

“Helikopter ini akan melakukan patroli udara di wilayah yang dinilai rawan terjadi Karhutla. Jika ditemukan titik Karhutla, maka akan langsung dilaporkan kepada tim gabungan untuk dilakukan upaya pemadaman,” jelasnya.

Selain pengiriman helikopter patroli, BNPB sebelumnya juga telah menurunkan pesawat untuk kegiatan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di wilayah Riau.

Program hujan buatan tersebut difokuskan di kawasan pesisir yang mulai mengalami penurunan curah hujan.

Sementara itu, BPBD Riau mencatat kebakaran hutan dan lahan telah terjadi di 11 kabupaten/kota sejak awal tahun ini.

Total luasan lahan yang terbakar mencapai 1.161,64 hektare.

Daerah yang terdampak meliputi Kabupaten Bengkalis, Kepulauan Meranti, Siak, Kampar, Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kuantan Singingi, Rokan Hilir, serta Kota Dumai dan Pekanbaru.

Dari data tersebut, Kabupaten Pelalawan menjadi wilayah dengan luasan Karhutla terbesar, yakni mencapai 681,5 hektare.

Disusul Bengkalis 228,51 hektare, Siak 65,32 hektare, Indragiri Hilir 64,70 hektare, Kampar 38,45 hektare, Dumai 34,12 hektare, Pekanbaru 17,45 hektare, Kepulauan Meranti 13,40 hektare, Rokan Hilir 12 hektare, Kuantan Singingi 3 hektare, serta Indragiri Hulu 2,7 hektare.

Selain itu, pemantauan juga menemukan sebanyak 1.974 hotspot atau titik panas di wilayah Riau.

“Hingga saat ini sudah 11 daerah di Riau yang ditemukan terjadi Karhutla dengan total luasan 1.161,64 hektare,” kata Jim Gafur. (*)