Kemendikdasmen Gandeng Industri Gim, Alat Berat, hingga Kecantikan Perkuat Pendidikan Vokasi
Kemendikdasmen melalui Ditjen PKPLK menandatangani perjanjian kerja sama dengan sejumlah kementerian/lembaga dan mitra industri di Jakarta. Kolaborasi ini bertujuan memperkuat pendidikan vokasi, memperluas sertifikasi lulusan SMK, serta meningkatkan kesiapan kerja siswa.
RINGKASAN BERITA:
-
Kemendikdasmen menandatangani PKS dengan kementerian/lembaga dan empat mitra industri untuk memperkuat pendidikan vokasi.
-
PT Gamecomm Indonesia Network menggandeng lima SMK melalui teaching factory untuk mengembangkan talenta industri gim.
-
PT United Tractors menyiapkan program sertifikasi bagi siswa SMK kelas 12 guna meningkatkan daya saing kerja, termasuk peluang ke luar negeri.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) memperluas kolaborasi dengan dunia industri untuk memperkuat pendidikan vokasi di Indonesia.
Langkah ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, Pendidikan Khusus, dan Pendidikan Layanan Khusus (PKPLK) dengan sejumlah kementerian/lembaga serta mitra industri di Jakarta akhir pekan kemarin.
Kemitraan tersebut menjadi bentuk dukungan nyata dunia usaha terhadap pengembangan pendidikan vokasi, khususnya dalam meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja lulusan.
Sebanyak empat mitra industri ikut menandatangani kerja sama tersebut, salah satunya PT Gamecomm Indonesia Network.
Perusahaan pengembang gim lokal itu melihat potensi besar talenta vokasi di bidang industri gim.
Direktur PT Gamecomm Indonesia Network, Sere Kalina, mengatakan pihaknya saat ini telah bekerja sama dengan lima SMK melalui skema teaching factory.
Kolaborasi ini bertujuan memastikan talenta muda di bidang gim memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri.
“Saat ini ada lima SMK yang berkolaborasi bersama kami melalui teaching factory. Hal ini karena kami ingin memastikan industri gim di Indonesia bisa berkembang dan bersaing secara global,” ujarnya.
Sere menilai siswa SMK memiliki kemampuan yang menjanjikan dalam pengembangan gim.
Namun, menurutnya, bimbingan langsung dari industri tetap diperlukan agar keterampilan tersebut dapat berkembang dan siap digunakan dalam dunia kerja maupun bisnis gim.
Selain sektor gim, dukungan juga datang dari industri teknik dan alat berat melalui PT United Tractors Tbk. Perusahaan ini berkomitmen memperkuat program pengembangan bagi siswa SMK, terutama melalui peningkatan sertifikasi lulusan.
Department Head Social Responsibility and Communication PT United Tractors, Himawan Sutanto, menjelaskan pihaknya tengah melakukan pemetaan terhadap siswa kelas 12 SMK untuk mengikuti program sertifikasi.
“Kami sedang mapping anak-anak SMK kelas 12 untuk sertifikasi. Jadi saat mereka melamar pekerjaan, mereka memiliki nilai lebih yang bisa ditawarkan kepada industri,” jelas Himawan.
Ia menambahkan bahwa sertifikasi tersebut juga membuka peluang kerja di luar negeri, mengingat sektor teknik dan alat berat memiliki kebutuhan tenaga kerja yang tinggi di berbagai negara.
Menurutnya, satuan pendidikan juga perlu menangkap peluang kerja sama dengan industri agar implementasi program berjalan optimal.
Partisipasi industri juga datang dari sektor kecantikan melalui PT Martha Beauty Gallery.
Direktur perusahaan tersebut, Wulan Maharani Tilaar, menilai keterlibatan industri penting untuk menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.
“Kami turut berpartisipasi dalam pengembangan sumber daya manusia di industri kecantikan. Dalam jangka panjang kami berharap hal ini dapat berkontribusi pada terwujudnya Indonesia Emas 2045,” kata Wulan.
Sementara itu, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyampaikan apresiasi kepada seluruh mitra industri, kementerian/lembaga, serta perguruan tinggi yang terlibat dalam kerja sama tersebut.
Ia berharap kemitraan ini dapat menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi sekaligus mempercepat lahirnya sumber daya manusia yang unggul dan mampu bersaing di tingkat global.
“Semoga kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi dan mempercepat terwujudnya sumber daya manusia unggul dan berdaya saing global,” ujar Atip. (*)