UIR Cetak Pelatih Petanque Berlisensi Internasional, Perkuat Dominasi Riau di Kancah Nasional
Dua civitas akademika UIR meraih lisensi pelatih internasional petanque Level 1. Capaian ini memperkuat pembinaan atlet dan posisi Riau dalam olahraga tersebut.
RINGKASAN BERITA:
- Dua civitas akademika UIR resmi meraih lisensi pelatih petanque internasional Level 1.
- Pelatihan menghadirkan instruktur dunia asal Prancis dengan materi kepelatihan modern.
- Prestasi atlet petanque Riau terus meningkat, termasuk raihan emas di PON 2024.
RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Penguatan kualitas pelatih menjadi kunci di balik meningkatnya prestasi olahraga petanque di Riau.
Hal ini tercermin dari keberhasilan dua civitas akademika Universitas Islam Riau (UIR) yang meraih lisensi pelatih internasional Level 1, sekaligus mempertegas posisi daerah tersebut dalam peta persaingan nasional.
Dosen Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UIR, Dr. Joni Alpen, S.Pd., M.Pd., AIFO, bersama Tenaga Kependidikan BKUI, Budi Satria, S.E., M.M.A, resmi menyandang lisensi tersebut setelah mengikuti Coaching Course International Level 1.
Pelatihan ini diselenggarakan oleh Pengurus Provinsi Federasi Olahraga Petanque Indonesia (FOPI) DKI Jakarta bekerja sama dengan Pengurus Besar FOPI, dan diikuti 29 peserta dari 13 provinsi di Indonesia.
Kegiatan menghadirkan instruktur profesional asal Prancis, Claude Raluy, yang juga Presiden Centre International d’Enseignement Petanque (CIEF).
Materi pelatihan mencakup teknik dasar, strategi permainan, hingga metode kepelatihan modern.
Beberapa tahapan yang dilalui mengikuti pelatihan ini, sebagai syarat mutlak adalah memiliki sertifikat Nasional yang diakui oleh PB FOPI.
Kemudian mendapatkan Mandat dari ketua umum Pengprov FOPI.
Selain teori dan juga praktek, dalam kegiatan keduanya juga diberi tugas untuk membuat program-program latihan untuk melatih anak usia rendah yang sama sekali belum mengenal olahraga petanque.
"Bahan tersebut didiskusikan dengan kelompok yang sudah ditunjuk. Kemudian memperagakan di lapangan. Untuk ujian yang dilaksanakan selain test awal atau pre-test ada juga ujian tertulis dengan masa kerja 3 jam,” ujar Dr. Joni Alpen dilansir dari laman UIR, Rabu (29/4/2026).
Keberhasilan ini dinilai tidak lepas dari komitmen UIR dalam mendorong peningkatan kompetensi sumber daya manusia, khususnya di bidang olahraga.
Lisensi internasional tersebut diharapkan mampu memperkuat pembinaan atlet, baik di tingkat daerah maupun nasional.
Dalam beberapa tahun terakhir, prestasi petanque Riau menunjukkan tren positif.
Sejumlah atlet berhasil meraih medali di berbagai ajang, termasuk emas pada PON 2024 melalui nomor single women atas nama Siti Nurfatiha, serta emas di BK PON Bali 2023 pada nomor double mix oleh Yoyon Irham dan Deviana Rusma.
Tak hanya itu, dua medali emas juga diraih pada Kejuaraan Nasional Senior 2021, menegaskan konsistensi pembinaan atlet di daerah tersebut.
Dr. Joni Alpen dan Budi Satria menyampaikan apresiasi kepada pimpinan UIR atas dukungan yang diberikan dalam pengembangan kompetensi tersebut.
Mereka berharap capaian ini dapat berkontribusi terhadap peningkatan kualitas dosen sekaligus mendukung penguatan rekognisi akademik di lingkungan kampus.
Dengan bertambahnya pelatih berlisensi internasional, UIR diharapkan semakin berperan sebagai pusat pengembangan olahraga petanque di Riau serta mampu melahirkan atlet berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. (*)