Bawaslu Riau Masuk Kelas, Program “Mengajar” Sasar Pemilih Pemula SMA/SMK

Bawaslu Riau menggagas program “Bawaslu Riau Mengajar” untuk meningkatkan kesadaran demokrasi pelajar SMA/SMK sebagai pemilih pemula melalui pembelajaran langsung di kelas.

Bawaslu Riau Masuk Kelas, Program “Mengajar” Sasar Pemilih Pemula SMA/SMK
Rombongan Bawaslu dipimpin Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, didampingi Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Patminah Nularna bertemu pihak Dinas Pendidikan Riau. (Sumber: Media Center Riau)

RINGKASAN BERITA: 

  • Bawaslu Riau hadir langsung di kelas untuk mengajar demokrasi kepada pelajar.
  • Pelajar didorong tidak hanya memilih, tetapi juga menjadi pengawas partisipatif Pemilu.
  • Program didukung Dinas Pendidikan dan berpotensi diterapkan di seluruh SMA/SMK di Riau.

RIAUCERDAS.COM, PEKANBARU - Upaya membangun kesadaran demokrasi sejak dini dilakukan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Riau melalui program “Bawaslu Riau Mengajar” yang menyasar pelajar SMA/SMK sebagai pemilih pemula.

Program ini dirancang tidak sekadar mengenalkan teori, tetapi juga memperkuat peran pelajar dalam pengawasan partisipatif Pemilu dan Pilkada.

Inisiatif tersebut dibahas dalam pertemuan antara Bawaslu Riau dan Dinas Pendidikan Provinsi Riau.

Rombongan Bawaslu dipimpin Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, didampingi Koordinator Divisi SDM, Organisasi, dan Diklat, Patminah Nularna, bersama jajaran lainnya.

Dalam pertemuan itu, Bawaslu menawarkan konsep pembelajaran langsung di ruang kelas.

Materi yang diberikan tidak hanya sebatas pemahaman dasar demokrasi, tetapi juga mendorong pelajar untuk aktif berperan sebagai bagian dari pengawas jalannya proses demokrasi.

“Pelajar harus tahu bahwa mereka bukan hanya pemilih, tetapi juga bagian dari pengawas demokrasi. Karena itu, kami ingin sekolah memberi ruang bagi Bawaslu untuk masuk dan mengajar,” kata Patminah.

Dinas Pendidikan Provinsi Riau menyambut positif program tersebut.

Melalui perwakilannya, Mahdalena, dinas menyatakan kesiapan untuk membuka akses seluas-luasnya agar kegiatan ini dapat diimplementasikan di sekolah-sekolah.

“Kami menyambut baik inisiatif ini. Edukasi demokrasi untuk pelajar sangat penting, dan teknis pelaksanaannya akan kita matangkan bersama,” kata Mahdalena.

Ketua Bawaslu Riau, Alnofrizal, menegaskan bahwa program ini menjadi langkah strategis dalam mencetak pemilih yang tidak hanya memahami hak pilih, tetapi juga memiliki kesadaran kritis terhadap proses demokrasi.

“Ini bukan sekadar sosialisasi. Kita ingin menanamkan kesadaran bahwa demokrasi harus dijaga bersama, termasuk oleh pelajar sebagai pemilih pemula,” ujarnya. (*)