Jemaah Haji Kampar Tertunda Sehari Akibat Pesawat Bermasalah, Akhirnya Berangkat ke Tanah Suci
Ratusan jemaah calon haji asal Kabupaten Kampar yang sempat tertunda sehari karena kendala teknis pesawat akhirnya diberangkatkan ke Tanah Suci. Hingga hari keempat pemberangkatan, total 1.720 jemaah dan petugas asal Riau telah diterbangkan ke Madinah.
RINGKASAN BERITA:
- Keberangkatan 438 jemaah haji Kampar tertunda sehari akibat pesawat mengalami kendala teknis.
- Hingga hari keempat, sebanyak 1.720 jemaah dan petugas asal Riau telah diterbangkan ke Madinah.
- Sebanyak 15 jemaah tertunda atau batal berangkat karena alasan kesehatan.
RIAUCERDAS.COM, BATAM - Sebanyak 438 jemaah calon haji dan petugas asal Kabupaten Kampar yang tergabung dalam Kloter 5 Embarkasi Batam (BTH 5) akhirnya diberangkatkan menuju Tanah Suci pada Selasa (28/4/2026) sore, setelah sempat tertunda sehari akibat gangguan teknis pada pesawat pengangkut.
Keberangkatan rombongan tersebut berlangsung sekitar pukul 15.26 WIB. Sebelumnya, mereka dijadwalkan terbang pada Senin (27/4/2026) pagi.
Namun, pesawat yang akan membawa para jemaah dinyatakan mengalami kendala teknis sehingga penerbangan dibatalkan.
Akibat penundaan itu, seluruh jemaah dipulangkan sementara ke hotel di Batam untuk beristirahat dan menginap sambil menunggu pesawat selesai diperbaiki dan dinyatakan aman untuk terbang.
“Alhamdulillah, kemarin sore jemaah Kloter BTH 5 sudah diberangkatkan sekitar pukul 15.26 WIB tadi. Semua berjalan lancar,” ujar Kepala Kanwil Kementerian Haji Provinsi Riau, Defizon, Rabu (29/4/2026).
Defizon merinci, dalam kloter tersebut terdapat 438 orang yang terdiri dari 431 jemaah haji, 2 Petugas Haji Daerah (PHD), 1 pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU), serta 4 petugas kloter.
Meski demikian, tidak seluruh anggota kloter dapat berangkat bersama rombongan.
Tiga jemaah masih menjalani perawatan di Batam dan didampingi tiga pendamping, sementara satu jemaah lainnya dilaporkan sakit di Kabupaten Kampar sejak sebelum keberangkatan.
Pihak penyelenggara memastikan jemaah yang tertunda telah mendapatkan penanganan medis, akomodasi, serta pendampingan dari petugas haji selama masa penundaan.
Defizon pun mengingatkan para jemaah agar memaksimalkan kesempatan beribadah selama di Tanah Suci dan tetap menjaga kondisi kesehatan.
“Fokuslah beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Jaga kondisi fisik, cukup istirahat, dan patuhi arahan dari petugas serta tim kesehatan. Cuaca di Tanah Suci tentu berbeda dengan di tanah air,” pesannya.
Ia juga mengimbau para jemaah untuk menjaga kekompakan dan saling membantu selama menjalankan rangkaian ibadah haji.
“Saling membantu dan menjaga satu sama lain. Jadikan perjalanan ini tidak hanya sebagai ibadah, tetapi juga memperkuat ukhuwah di antara sesama jemaah,” tambahnya.
Sementara itu, memasuki hari keempat proses pemberangkatan jemaah calon haji Provinsi Riau, tercatat sebanyak 1.720 jemaah dan petugas telah diberangkatkan menuju Bandara Internasional Amir Muhammad bin Abdul Aziz, Madinah.
“Alhamdulillah, hingga hari keempat pemberangkatan, total 1.720 jemaah dan petugas telah diberangkatkan ke Madinah,” ujar Defizon.
Jumlah tersebut terdiri atas 1.693 jemaah haji, 8 Petugas Haji Daerah, 3 pembimbing KBIHU, serta 16 petugas haji.
Di sisi lain, sebanyak 15 jemaah mengalami penundaan atau batal berangkat karena alasan kesehatan.
Rinciannya, 6 orang dirawat di Batam, 5 orang sebagai pendamping di Batam, dan 4 orang sakit di daerah.
Defizon juga memaparkan kondisi beberapa kloter. Pada Kloter BTH 03 terdapat 1 jemaah dirawat di Batam dan 1 pendamping asal Pekanbaru.
Pada Kloter BTH 04, ada 2 jemaah dirawat di Batam dan 1 pendamping asal Pekanbaru.
Kemudian pada Kloter BTH 06, terdapat 3 jemaah batal berangkat dari daerah.
Selain itu, ada mutasi 45 jemaah ke Kloter BTH 07 serta 2 jemaah mutasi masuk dari Kloter BTH 04.
Khusus Kloter BTH 05, tercatat 3 jemaah dirawat di Batam, 3 pendamping, dan 1 jemaah sakit di daerah. Seluruhnya berasal dari Kabupaten Kampar.
Ia kembali mengingatkan seluruh jemaah untuk memprioritaskan ibadah, menjaga kesehatan, dan mematuhi aturan yang berlaku selama berada di Arab Saudi.
“Utamakan ibadah dibandingkan aktivitas berbelanja, ikuti arahan petugas, serta tetap menggunakan alat pelindung diri yang telah ditetapkan. Terlebih saat ini cuaca di Tanah Suci diperkirakan sangat panas, sehingga penting menjaga kesehatan dan kebugaran fisik sebelum memasuki puncak haji,” pesannya.
Menurut Defizon, Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Provinsi Riau terus berupaya memberikan pelayanan optimal, termasuk bagi jemaah yang mengalami kendala kesehatan agar bisa diberangkatkan pada kesempatan berikutnya sesuai ketentuan. (*)