Batik Serunai Kampar Curi Perhatian di Gema Pemuda Jakarta 2026
Rumah Batik Serunai Kabupaten Kampar sukses memperkenalkan batik khas daerah di ajang Gema Pemuda 2026 di Jakarta. Selain memamerkan produk UMKM unggulan, Batik Serunai juga tampil dalam fashion show batik daerah dan mendapat respons positif dari pengunjung.
RINGKASAN BERITA:
- Batik Serunai Kampar tampil dalam fashion show batik daerah dan pameran UMKM di ajang Gema Pemuda 2026 Jakarta.
- Koleksi yang dipamerkan mencakup kain batik, dress, outer, vest, kemeja, hingga selendang dengan motif khas Kampar.
- Pengembang Batik Serunai berharap industri batik mampu membuka lapangan kerja baru dan menjadi penggerak ekonomi kreatif daerah.
RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Produk batik khas Kabupaten Kampar mendapat panggung nasional melalui keikutsertaan Rumah Batik Serunai dalam ajang Gema Pemuda 2026 yang berlangsung di Taman Lapangan Banteng, Jakarta, pada 30 Mei hingga 1 Juni 2026.
Kehadiran pelaku ekonomi kreatif asal Kampar itu menjadi sarana promosi budaya sekaligus memperluas pasar produk lokal ke tingkat nasional.
Dalam kegiatan yang dihadiri peserta dari berbagai daerah di Indonesia tersebut, Rumah Batik Serunai menghadirkan beragam koleksi unggulan yang mengangkat motif-motif khas Kampar.
Produk yang dipamerkan meliputi kain batik, kemeja, baju batik, outer, vest, dress, hingga selendang batik yang mengusung nilai budaya dan kearifan lokal daerah.
Partisipasi Rumah Batik Serunai tidak hanya terbatas pada pameran UMKM.
Produk batik khas Kampar juga tampil dalam Fashion Show Batik Daerah Gema Pemuda yang digelar pada 30 Mei 2026.
Berbagai koleksi yang diperagakan berhasil menarik perhatian pengunjung serta peserta dari sejumlah provinsi.
Keikutsertaan tersebut menjadi langkah strategis dalam memperkenalkan identitas budaya Kampar kepada masyarakat yang lebih luas sekaligus menunjukkan bahwa produk kreatif daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
Rumah Batik Serunai didirikan oleh Ratna Waty dan Sari Indah Putri, dua pelaku usaha kreatif yang fokus mengembangkan sekaligus melestarikan batik khas Kampar.
Melalui berbagai inovasi desain dan produk, keduanya berupaya menjadikan batik sebagai bagian dari identitas budaya yang tetap relevan dengan perkembangan zaman.
Founder Rumah Batik Serunai, Ratna Waty, mengaku bersyukur mendapat kesempatan untuk berpartisipasi dalam kegiatan berskala nasional tersebut.
Menurutnya, antusiasme masyarakat terhadap produk kreatif lokal menjadi dorongan bagi pihaknya untuk terus berinovasi.
"Kami melihat betapa besarnya antusiasme masyarakat terhadap produk kreatif lokal di acara Gema Pemuda Jakarta. Hal ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus mengembangkan Batik Serunai agar semakin dikenal luas," ujar Ratna Waty didampingi Sari Indah Putri, Minggu (31/5/2026).
Ia menilai Batik Serunai memiliki peluang besar untuk berkembang menjadi salah satu ikon ekonomi kreatif Kabupaten Kampar.
Selain melestarikan warisan budaya, pengembangan industri batik juga dinilai mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat.
"Dengan dukungan dan kebersamaan dari Pemerintah Daerah serta seluruh elemen masyarakat, kami berharap Batik Serunai dapat berkembang lebih pesat, membuka lapangan kerja baru bagi pemuda dan warga sekitar, serta menjadi salah satu sumber ekonomi kreatif yang mampu mengangkat nama baik Kabupaten Kampar di tingkat nasional bahkan internasional," tuturnya.
Keikutsertaan Rumah Batik Serunai dalam Gema Pemuda 2026 menjadi bukti bahwa produk budaya lokal memiliki daya saing di panggung nasional.
Melalui promosi yang konsisten dan inovasi produk yang berkelanjutan, batik khas Kampar diharapkan semakin dikenal serta mampu memberikan kontribusi bagi pengembangan sektor ekonomi kreatif daerah. (*)