Peminat PMB PTKIN 2026 Tembus 60 Ribu, Prodi Keagamaan Sepi Peminat

Panitia Nasional PMB PTKIN 2026 mencatat 60 ribu calon mahasiswa telah mendaftar dari total 80 ribu kuota yang tersedia. Di tengah tingginya minat masuk kampus Islam negeri, panitia menyiapkan beasiswa khusus untuk menjaga keberlangsungan program studi keagamaan yang minim peminat.

Peminat PMB PTKIN 2026 Tembus 60 Ribu, Prodi Keagamaan Sepi Peminat
Suasana konferensi pers perkembangan PMB PTKIN 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (13/5/2026). (Sumber: UIN Suska)

RINGKASAN BERITA: 

  • PMB PTKIN 2026 sudah mencatat 60 ribu pendaftar dari total kuota 80 ribu kursi.
  • Prodi keagamaan minim peminat akan diperkuat lewat program beasiswa khusus.
  • Panitia menjamin sistem seleksi dan fasilitas ujian berjalan objektif serta inklusif bagi peserta disabilitas.

RIAUCERDAS.COM, JAKARTA - Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PMB PTKIN) menyiapkan strategi khusus untuk mempertahankan keberlangsungan sejumlah program studi keagamaan yang minim peminat pada seleksi tahun 2026.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menyediakan skema beasiswa bagi calon mahasiswa yang memilih program studi tersebut.

Kebijakan itu disampaikan dalam konferensi pers perkembangan PMB PTKIN 2026 yang digelar di Jakarta, Rabu (13/5/2026).

Dalam kegiatan tersebut, panitia juga memaparkan perkembangan jumlah pendaftar yang terus meningkat menjelang penutupan masa registrasi.

Ketua Panitia Nasional PMB PTKIN, Prof. Dr. Abd Aziz, mengatakan hingga saat ini jumlah pendaftar telah mencapai sekitar 60 ribu peserta dari total kuota nasional sebanyak 80 ribu kursi yang tersedia di berbagai PTKIN.

“Kita masih ada waktu kira-kira 17 hari. Penambahan pendaftar terus berjalan setiap hari, kemungkinan banyak siswa yang masih menunggu hasil pengumuman SNBT,” ujar Prof. Aziz.

Ia menjelaskan, perhatian khusus diberikan terhadap sejumlah program studi keagamaan seperti Akidah dan Filsafat Islam serta Ilmu Hadis yang jumlah peminatnya relatif rendah dibanding prodi lainnya.

Menurutnya, program studi tersebut tetap harus dipertahankan karena menjadi identitas utama perguruan tinggi keagamaan Islam negeri.

“Kami memberikan beasiswa khusus bagi pendaftar di prodi yang kita istilahkan ‘langka peminat’ ini. Baik itu dari Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) maupun dari internal kampus, agar prodi-prodi ini tetap eksis,” terangnya.

Sementara itu, Koordinator Penjamin Mutu PMB PTKIN, Prof. Zulfahmi Alwi, menegaskan proses seleksi tahun ini dipastikan berjalan objektif melalui pengawasan mutu yang ketat.

Ia menyebut Sistem Seleksi Elektronik (SSE) telah melewati tahapan validasi guna menjamin kualitas pelaksanaan ujian.

“Tugas kami memastikan standar mutu dari hulu ke hilir terpenuhi. Kami melakukan sinkronisasi antara tim pembuat soal dan tim sistem agar ujian berjalan objektif,” tuturnya.

Selain aspek kualitas seleksi, kesiapan fasilitas ujian juga menjadi perhatian panitia nasional.

Bendahara Forum Pimpinan PTKIN, Prof. Dr. Mairtin Kustanti, menyebut dukungan anggaran diarahkan untuk memperkuat sarana dan prasarana, termasuk fasilitas ramah disabilitas di lokasi ujian.

“Kami ingin memastikan tidak ada kendala teknis di lapangan saat ujian berlangsung, karena dukungan finansial kampus telah disinkronkan dengan kebutuhan sistem inklusif yang dicanangkan panitia pusat,” ujarnya.

Panitia nasional masih membuka pendaftaran PMB PTKIN 2026 hingga 30 Mei mendatang.

Jumlah peserta diperkirakan terus bertambah seiring menunggu hasil seleksi perguruan tinggi negeri jalur SNBT. (*)